Minum Alkohol Saat TBC, Sesak Nafas

.
Sebelum tahu kalau penyakit yang saya derita tbc, saya sempat minum alkohol, berjenis bir hitam, dan putih. Dada terasa seperti ditusuk-tusuk jarum, lalu timbul rasa sesak nafas, dan agak pusing.

Ternyata setelah melakukan ronsen ada bercak di paru-paru yang lumayan banyak, dan 2 hari berikutnya dinyatakan kemungkinan tb. Pada saat itu saya tidak tahu seperti apa penyakit yang katanya sangat menular tersebut.

Juga tidak mengerti, apakah boleh minum wine, bir, atau vodka. Setelah memeriksakan diri di puskesmas, baru diberitahu kalau alkohol ternyata tidak boleh diminum walau hanya sedikit oleh pasien. Alasannya nanti akan saya jelaskan.

Sayapun tidak ingin mengkonsumsinya lagi, dan mematuhi pantangan tersebut, karena kapok dengan rasa sakit yang ditimbulkan.

tbc boleh minum alkohol
vodka

Alasan

1. Faktor terkena tb
Selain rokok, ternyata alkohol merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh, dan berakibat pada rentannya seseorang terkena penyakit, seperti tbc.

Mungkin karena selain saya perkokok berat, juga pecandu alkohol. Sehingga terkena bakteri tbc, merupakan peringatan Tuhan kepada saya.

2. Merusak organ paru
Jika alkohol diminum berlebihan, apalagi saat sakit tbc, maka darah tersebut mejadi bersifat panas, dan membakar. Padahal paru-paru kita sedang luka.

3. Sesak nafas, dan batuk.
Alkohol juga bisa melemahkan otot jantung yang mengganggu aliran darah, dan berakibat pada sesak nafas, hingga batuk terus menerus. Jujur saja, saya mengalami hal ini. Makanya sebagai seorang mantan yang sudah sembuh sejak 2 tahun lalu. Saya tidak ingin kalian terulang pada yang lain.

4. Resiko muntah darah
Tubuh pasien tb sangat lemah, dan lesu, daya tahan rendah, mengkonsumsinya bisa menyebabkan meningkatkan resiko keracunan. Gejala batuk berkepanjangan bisa menyebabkan luka semakin parah, rasa pusing, lalu berakibat pada muntah yang ditakutkan keluar banyak darah.

5. Menurunkan sistem imun
Selain tidak stabilnya aliran darah, susahnya untuk mengendalikan diri dalam berfikir, juga berakibat pada rasa depresi, hal ini menyababkan sistem imun melemah, dan bakteri menjadi lebih mudah untuk berkembang.

Pengalaman Pribadi

Semua ketika saya curiga dengan batuk yang tak kunjung sembuh dan berakhir pada keluarnya dahak bercampur darah. Saya kemudian memeriksakan diri di klinik karena dekat, dengan cara ronsen, hasilnya baru keluar dua tiga hari, namun dokter yang menangani saya melihat ada infitrat atau bercak di paru, berupa lendir / kerusakan, kemungkinan tb.

Namun ia mengatakan untuk menunggu hasil pastinya paling cepat lusa. Saya tidak tahu tb itu apa yang ternyata sama dengan tbc.

Karena saya pikir, batuk darah yang keluar sudah agak berkurang, dan waktu itu saya belum menjaani pengobatan. Saya memberanikan diri minum bir putih beralkohol rendah. Baru sedikit mencoba terasa kepala pusing. Lalu tegukan berikutnya nyeri dada sedikit, berlanjut ke rasa cenat-cenut di dada yang berkepanjangan.

Lama kelamaan terasa sesak nafas, lalu pusing. Tapi tidak mungkin karena mabuk sebab, sangat sedikit mengkonsumsinya dan kadar alkoholnya rendah.

Saya memesan satu lagi bir hitam karena penasaran kenapa, padahal bir putih yang saya pesan belum habis setengah. Efek samping yang didapatkan ternyata sama. Dada nyeri, sesak nafas, dan limbung.

Nah darisitu, saya sadar kalau mengkonsumsinya lagi bisa berbahaya bagi nyawa saya. Apalagi setelah itu batuk saya tak kunjung henti, dan setiap batuk dada selalu nyeri, dan susah bernafas.

Saya baru tahu kalau alkohol tidak boleh dikonsumsi setelah berobat dipuskesmas, dan dijelaskan karena bersifat panas, menyebabkan batuk berkepanjangan, sakit di dada. 

Tentu saya percaya karena mengalaminya sendiri.

Faktanya, sekarang ini saya sudah sembuh, dan selama mulai melakukan pengobatan dengan oat, tidak pernah sekalipun minum yang namanya wine, vodka, atapun bir.

Memang setahun setelah sembuh, saya sempat mencobanya lagi. Dalam kasus saya, tak ada efek samping parah yang ditimbulkan. Bukan berarti saya menyarankan untuk minum setelah sembuh. Setiap orang puya kondisi kesehatan berbeda. 

Singkatnya beberapa kali saya mencoba minum alkohol lagi setelah sembuh total. Lama kelamaan, entah kenapa baru seteguk sudah terasa mual, dan tidak kuat banyak. Bahkan baru mencium aromanya, agak mual. Sejak saat itu, saya sudah tidak pernah lagi minum alkohol.

Hal itu mungkin karena badan sudah tidak cocok, sehingga tidak masuk dimulut walaupun sekali lagi tak ada efek buruk dalam jangka pendek yang dirasakan waktu itu.

Faktor lain yang menjhadi pertimbangan mungkin karena kambuh. Saya tidak ingin sistem kekebalan tubuh menjadi sangat lemah karena kebanyakan mengkonsusminya. Alhasil memberikan kesempatan bakteri yang mungkin maish ada walaupun sangat sedikit untuk berkembang biak.

Membayangkan mengulang pengobatan selama 6 bulan beruturut-turut, dengan segala rasa sakit yang dialami, lumayan mengerikan. Itu kalau kita hanya kembali ke tahap satau. Bagaimana bila kambuh namun resisten.

Obat yang diminum semakin banyak, ditambah suntik, rasa sakit semakin beragam, karena efek samping obat keras yang ditimbulkan.

Bukannya menakut-nakuti, namun memang ada beberapa pasien yang memang bisa kambuh. Bisa karena terpapar lagi. Tentu saja sebab sistem imun lemah.

Kesimupulan

Penderita tbc, tidak boleh atau dilarang minum alkohol walaupun sedikit. Saya sendiri, walaupun diajak teman atau dikasih, tidak mau, karena sadar, jangan samapai karena ego sendiri malah memperburuk kondisi kesehatan, menjadi susah sembuh.

95% penderita tbc pasti sembuh, asalkan pasien patuh terhadap aturan minum obat, dan larangan terhadap segala sesautu yang menyebabkan batuk, sesak nafas, salah satunya alkohol.

Semangat Para Pejuang Tangguh TB :)

Komentar

Trending

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Penderita Tbc Untuk Menaikan Berat Badan

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Pengertian Keperawatan Terbaru Menurut Para Ahli