Obat Herbal Sembuhkan Tbc

.
Ada banyak ramuan herbal yang katanya dapat menyembuhkan penderita tbc. Tertulis, sudah terbukti sembuh, dengan racikan turun-temurun. Kita dengan mudah mendapatkannya, di toko obat herbal yang ada di setiap kota.

Benarkah demikian? Bagaimana jika dilihat secara ilmiah? Terutama melalui uji laboratorium sampel dahak, yang menjadi tolak ukar, untuk melihat sebarapa banyak kandungan bakteri tuberculosis di dalamnya.
tbc sembuh dengan herbal
obat herbal

Saya sendiri pernah mencobanya, itu karena dibelikan ayah, dan waktu itu masih di Jakarta, dalam perjalanan pulang kampung, jadi hanya itu satu-satunya penanganan pertama dari obat yang tersedia.

Di dalamnya ada berbagai macam bahan mulai dari kayu manis, akar-akaran, temulawak, dedaunan kering. Cara menyajikannya dengan direbus pada air mendidih, untuk didapat sarinya.

Lalu dibiarkan sampai saat hangat, dan bisa dikonsumsi. Rasanya sangat pahit. Karena sayang bila dibuang, sudah terlanjur dibeli, maka terpaksa diminum.

Agak mendingan memang, namun hanya sebentar. Tak bisa menghilangkan batuk, demam, ataupun menghentikan darah yang terus keluar bercampur dengan dahak.

Jika pasien tbc hanya menggunakan obat herbal untuk kesembuhan, saya katakan. Sebaiknya beralih ke OAT yang tersedia di puskesmas secara gratis, dan terbukti menyembuhkan jutaan orang di dunia.

Dari pengalaman saya sendiri, dan dokter dari cerita pasien yang ditanganinya. Kalaupun ada itu hanya meredakan sesaat. Lalu kambuh lagi, dalam beberapa bulan. Begitu seterusnya sampai penyakitnya sudah ganas, dan sulit ditangani.

Ini penyakit dalam, kronis, mudah menular, dan berbahaya. Yang apabila tidak segera ditangani, akan semakin susah untuk diobati walaupun masih ada pengobatan lini 2 dengan dosis yang lebih tinggi.

Jawaban

Tidak benar, bila ada ramuan herbal yang bisa mengobati tbc secara total. Kalau meringankan gejala ada, temulawak misalnya, bisa meningkatkan nafsu makan agar membantu menaikan berat badan, atau daun sirih untuk meredakan batuk.

Atau madu, yang dengan kandungan nutrisnya bisa meningkatkan sistem imun. meredakan flue, dan batuk.

Alasan

Sumber penyakit dari tb adalah bakteri tuberculosis. Karena  menyerang sistem imun, dan kebanyakan merusak paru-paru maka menimbulkan gejala batuk disertai dahak bercampur darah, sesak nafas, nyeri di dada, limbung, hingga demam tinggi. 

Pengalaman

Saat belum memeriksa diri di puskesmas, saya dikasih ramuan herbal dari toko tradisonal yang sangat terkenal di tempat tinggal saya. 

Segala macam racikan yang dicampur aduk, dari temulawak, kayu manis, dedaunan kering, dan lain-lain. Lebih hebat lagi tertulis, sudah terbukti menyembuhkan beberapa orang.

Anehnya dari obat tersebut bukan hanya untuk penderita tb namun juga bisa untuk yang mengidap kencing manis, kanker. Intinya segalama macam penyakit bisa sembuh dengan ramuan itu.

Dan tak begitu jelas, kandungan zat apa saja yang terbukti dapat menyembuhkan. Tapi ya sekali lagi tak ada obat lain terpaksa saya minum.

Nah, hal itu berlangsung sampai dua minggu setelah diselingi minum oat. Suatu saat, karena pensaran bertanya pada dokter. Apa tak apa, selain minum oat, juga dengan herbal.

Dokter menanyakan bahwa ramuan herbal dari bahan apa? Sebab mungkin ditakutkan malah menimbulkan batuk, atau meningkatkan asam lambung.

Nah, saya jawab, tidak tahu, belinya dih di toko. Ia menjawab, selama alami sih tidak apa-apa. Namun perlu di jeda agar tidak mengganggu kinerja oat, sehingga manfaatnya lebih maksimal, dan gejala cepat reda.

Sebenarnya, lanjutnya, oat saja sudah bisa mengobati tuberculosis, selama pasein rutin minum obat, istirhat yang cukup, menghindari segala macam makanan, dan minuman yang dapat menyebabkan batuk, makan tinggi protein, dan vitamin serta berjemur di pagi hari.

Saya jadi teringat pertama kali konsultasi, bahwa ada seorang pasien yang tidak sabaran minum obat. Padahal dosis yang diberikan sudah sesuai standar, dan yang paling aman dikonsumsi.

Pengobatan agak lama karena memang bakteri tuberculosis bisa cepat berkembang biak.

Singkatnya dengan obat herbal yang ia minum. Gejala reda, badan mulai membaik, dan pasien punya asumsi sendiri sudah sembuh. Sebulan atau 2 bulan kemudian kambuh lagi. Begitu seterusnya.

Ia berganti-ganti herbal, sampai kesal dan kembali berkonsultasi untuk melanjutkan pengobatan secara medis. Namun saat dilakukan pemeriksaan. Bakteri tersebut sudah ressistan atau kebal terhadap obat jenis pertama.

Sehingga harus dilakukan pengobatan jenis kedua, atau MDR . Pengobatan lebih lama lagi, obat lebih banyak lagi, dan efek sampingnya lebih sakit lagi.
sembuh tbc dengan herbal
sembuh tb

Kesimpulan

Sampai sekarang belum ada obat herbal yang mampu menyembuhkan tbc secara total. Beberapa ramuan hanya mampu meringankan gejala saja.

Jangan percaya diri, apalagi mempunyai asumsi sendiri bahwa habattusauda, madu, temulawak bisa menyembuhkan secara total tanpa dicek kebenarannya secara ilmiah.

Boleh saja kita mengkonsumsi herbal, namun diberi jarak satu atau dua jam setelah minum OAT. 

Ingat ya. Kesembuhan penyakit tbc diukur dari uji laboratorium dahak sebanyak 3 kali.

Dan tanda klinis yang dirasakan, batuk, demam, darah, pusing, sudah hilang atau reda. Serta berat badan naik.

Saya sendiri, alhamdulillah 2 bulan pengobatan sudah negatif, pengecekan ke 2 dan ketiga juga sama. Tak sia-sia. Sampai 2 tahun ini tak kambuh lagi. Semangat.

Komentar

Trending

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Penderita Tbc Untuk Menaikan Berat Badan

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Pengertian Keperawatan Terbaru Menurut Para Ahli