5 Mitos Penularan Tbc, Hubungan Intim?

.
kementriankesehatan.com - Penularan tbc terjadi akibat adanya perpindahkan bakteri dari penderita ke orang yang sehat, melalui droplet karena cipratan batuk, bersin, percakapan sehingga mitos apabila penularan tbc bisa melalui hubungan intim, alat makan, sentuhan, hanya pada orang miskin, dan orang tua.

Kurangnya pengetahuan akan informasi kesehatan, dan mempercayai kabar yang beredar di masyarakat tanpa menelusuri kebenarannya menyebabkan banyak yang menyepelekan penyebaran tuberculosis.
mitos penularan tbc
penularan tbc

1. Tbc menular melalui hubungan intim.
Pernah seseorang kepala keluarga bertanya di salah satu group tb media sosial, ia sudah 2 bulan lebih menjalani pengobatan, dan apakah tak apa berhubungan badan dengan istri. Ada yang menjawab dengan cukup menggelitik, seperti boleh Pak, yang gak boleh ama istri tetangga. Adapula yang berpendapat membolehkan asalkan tidak melakukan pemanasan seperti berciuman, sebab lewat itu maka ludah penderita yang mengandung bakteri tuberculosis akan berpindah ke orang yang sehat. Akibatnya, menginfeksi paru-paru. 

Secara garis besar, sih boleh-boleh saja. Asalkan tidak ada dahak, cipratan air liur yang keluar dan menempel di tubuh sang pasangan. Syaratnya pakai masker, tidak berciuman, dan kalau bisa jangan sampai kelelahan sebab hal itu bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh. 

2. Tbc menular melalui alat makan.
Sebenarnya tergantung alat makan tersebit, apabila si penderita baru meletakan gelas yang baru diminum, lalu disambar oleh sang anak. Maka tentu kemungkinan besar ada air liur yang menempel di bibir gelas tersebut, dan kemungkinan berpindah kepada sang anak. Hal itu tentu tidak diperbolehkan.

Namun adapula beberapa teman saya yang tidak memisahkan alat makannya dengan keluarga. Asalkan di cuci dengan sabun dan air mengalir.

Pengalaman saya, karena saran dari dokter yang menangani saya, harus dipisah walaupun dicuci sabun dengan air mengalir. Kenapa sebab kita tidak tahu apakah alat makan tersebut benar-benar bersih dari bakteri tb?

Sayapun tak begitu mempermasalahkan toh itu juga bukan hanya untuk kesehatan saya namun juga keluarga agar tidak tertular. Sejak dua tahun sembuh, Alhamdulillah keluarga tidak ada yang tertular.

3. Tbc menular melalui sentuhan.
Tergantung. Bersentuhan atau salaman mungkin bisa menyebarkan bakteri apabila tidak mencuci tangan, atau bekas menutupi batuk, dan bersin. Saya sendiri setiap kali bersalaman karena ada tamu, selalu cuci tangan. Hal itu sebenarnya tergantung dari si penderitanya apabila ia mau menerapkan pola hidup bersih maka sentuhan tidak menularkan bakteri.

4.Tbc menular hanya pada orang miskin.
Orang miskin ataupun kaya semuanya memiliki resiko terinfeksi tbc. Sebab percikan air liur dar bersin, batuk, dan berbicara itu tidak mengenal apakah karena orang miskin, gak mau masuk ke tubuh atau kehirup? Tidak. Semuanya bisa tertular,

5.Tbc menular hanya pada orang yang sudah tua dan anak kecil.
Memang benar jika menurut umur, orang yang sudah tua, dan anak bayi mudah terkena tbc karena sistem kekebalan tubuh yang lemah. Namun dari data, kebanyakan pasien justru ada di usia produktif yaitu 15 sampai 65 tahun. Hal ini karena gaya hidup, dan pola hidup tidak sehat yang menjadi trend di zaman modern. Jadi semuanya memiliki resiko tertular tuberculosis.

Intinya penularan itu terjadi karena perpindahan bakteri yang terkandung dalam air liur dari yang sakit ke yang sehat, yang terjadi karena bersin, batuk, atau mengobrol. Untuk itulah pasien wajib pakai masker. Di sisi lain banyak yang belum sadar kalau orang tersebut terkena tb, dan baru melakukan pemeriksaan setelah cukup parah, seperti batuk darah.

Padahal sebulan sebelumnya ia sudah melakukan kontak dengan beberapa orang. Untuk itulah akan lebih baik lagi apabila kita yang sehat juga ikut menjaga diri dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Memakai masker juga bukan hanya untuk mencegah penularan tbc saja, namun juga untuk mencegah masuknya polusi debu ke dalam paru, meminimalisir bau tidak sedap yang tidak diinginkan, dan lain-lain. Makan-makanan bergizi, seperti buah sayur dan protein. Serta istirahat yang cukup.

Komentar

Trending

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Penderita Tbc Untuk Menaikan Berat Badan

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Pengertian Keperawatan Terbaru Menurut Para Ahli