TBC Bisa Menular Tanpa Disadari

.
kementriankesehatan.com - Penyakit TBC bisa menular kapan saja, bukan hanya saat orang tersebut baru didiagnosa mengidap penyakit kronis tersebut. Saat bakteri yang terdapat dalam tubuh seseorang telah aktif, berkembang biak, dan menggerogoti paru-paru. Maka saat itulah penularan bisa terjadi, dan tanpa disadari baik oleh yang sakit atau oleh orang sehat yang ada di sekelilinya karena menganggap itu hanya batuk biasa.
kapan tbc menular
kapan tbc menular
Pada intinya kandungan bakteri tuberculosis terdapat pada air liur atau dahak si penderita, yang bisa berpindah karena cipratan bersin, batuk, atau mengobrol dengan jarak yang dekat ke orang yang sehat. Adapun bila oranag tersebut memiliki kekebalan tubuh yang kuat maka pada umumnya tetap terinfeksi bakteri yang kebanyakan menyerang organ paru tersebut. Namun bisa melawan dan pada akhirnya menjadi TBC laten.

Bukan berarti tbc laten itu seratus persen hilang tak ada bakterinya, bakteri itu walaupun sedikit apabila suatu saat kekebalan tubuh kita lemah, bisa berkembang lebih cepat, dan menjadi TBC Aktif. Dimana sistem imun tidak lagi sanggup menangani sehingga harus dibantu obat agar cepat sembuh.

Yang perlu digaris bawahi penderita tbc kebanyakan tidak tahu sejak kapan, dan oleh siapa ia tertular? Mereka baru sadar, dan mencoba untuk melakukan pemeriksaan bahkan banyak yang lebih dari dua minggu batuk tak kunjung sembuh atau setelah batuk darah.

Nah selama batuk itu, si penderita telah melakukan kontak dengan banyak orang. Jika ditanya kapan tbc bisa menular?

1. Sejak bakteri tbc tersebut aktif dalam tubuh si penderitanya
Nah penularan tbc intinya pada cipratan air liur atau dahak dari si sakit ke yang sehat. Banyak yang menyepelekan batuk, padahal penyakit yang dialami semua orang tersebut normalnya tidak sampai 2 pekan, dan biasanya sembuh dengan obat yang sudah cocok. Jika tidak, lebih baik segera melakukan pemeriksaan tbc di puskesmas secara gratis. Jangan menunggu batuknya berdarah. Semakin cepat, semakin baik.

2. Selama penderitanya belum dinyatakan sembuh
Ada yang bilang, orang yang meminum obat anti tbc selama 2 bulan, maka sejak itu tidak bisa menulari orang lain. Ini salah kaprah, selama belum ada hasil uji laboratorium melalui tes dahak, maka selama itu berpotensi menulari. 

Barangkali yang dimaksud adalah setelah 2 bulan maka batuknya sudah reda. Namun tetap saja, masih memiliki kemungkinan terdapat bakteri dalam tubuh. Sayapun waktu itu 2 bulan pertama negatif tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker di dalam maupun di luar rumah. Sebab tak ada yang tahu bila mana kita tiba-tiba mau bersin, atau batuk kan?

Ada beberapa pertanyaan seperti ada saudaranya terkena tbc dan ia sering bertemu, dan mengobrol, lalu dikira batuk biasa sebelum akhirnya dinyatakan positif TB. Apakah ia tertular? Beberapa pasien yang senasib oleh pihak puskesmas ada yang mengadakan tes tbc bagi keluarga pasien. Supaya rantai penularan bisa terputus.

Namun apabila memang sehat-sehat saja, maka pemeriksaan tidak perlu dilakukan. Yang perlu dilakukan apabila, mengalami gejala-gejala tbc seperti.
1. Batuk lebih dari 2 minggu.
2. Demam di malam hari
3. Sering berkeringat padahal tidak melakukan aktifitas berat.
4. Mudah lelah, dan lapar.
5. Nyeri atau sesak nafas.
6. Berat badan menurun drastis.

Mempunyai keluarga yang sakit tbc bukan berarti dijauhi namun hanya menjaga jarak, dan menerapkan protokol kesehatan. Sebab 95% penyakit tbc bisa disembuhkan. Bisa beraktifitas normal lagi, bekerja, dan sebagainya.

Komentar

Trending

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Beruang Bagus Untuk Penderita Tbc (Pengalaman)

Penderita Tbc Boleh Minum Susu Sebelum atau Setelah Minum Obat? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu