Perawatan Penderita Tbc di Rumah Agar Cepat Sembuh

.

Penderita tbc

kementriankesehatan.com - Ketika tahu bahwa saya terkena tbc, keluarga saya benar-benar sok, dan mungkin ini pertama kalinya mereka terpaksa melakukan perawatan penderita tbc di rumah. Waktu itu mereka masih belum tahu, apa itu tb, begitupun saya. Setahu saya, penyakit ini adalah penyakit yang mematikan dan sangat mudah menular. Untuk itu perlu penanganan khusus.

Lebih menyedihkan lagi anggapan di lingkungan sekitar saya, bahwa penderita tbc, itu hanya dialami oleh orang miskin, atau paling kolot lagi bahwa penyakit itu berasal dari jin, atau karena orang tersebut telah melakukan dosa. Lagian, siapa juga manusia yang tidak pernah berdosa?

Yang lebih agak menyedihkan lagi ketika, saudara saya yang seorang dokter mengatakan kalau penyakit yang saya derita itu menjijihkan, rendahan. Ya, mungkin di dunia kedokteran tbc, mungkin jg hiv walaupun beruntungnya saat tes hasilnya negative, itu penyakit yang bikin merinding. 

Namun saya tahu kalau saudara saya itu, mengatakan demikian agar cepat sembuh. Sebab kemudian ia mengatakan kalau obatnya diminum rutin, biar bisa sembuh jangan punya penyakit seperti itu, dan semoga cepat beraktivitas lagi.

Menjijikan, sayapun merasa diri saya demikian waktu terkena. Kepercayaan diri saya bahkan jatuh, dan merasa menjadi manusia paling rendah. Oleh sebab itu, saya mencoba mengikuti saran dokter puskesmas yang menangani saya seperti makan tinggi protein, minum susu, berjemur di pagi hari, dan istirahat yang cukup. 

Saat pergi ke puskesmas untuk berobat saya tidak memakai masker, dan semua dokter memakai masker saat memberikan sosialisasi, kecuali dokter yang menangani saya tidak memakai masker pada saat berbicara dengan saya. Sayapun tidak tahu, kenapa? Dengan pasien lainpun demikian. 

Namun jujur saja, hal itu agak memberikan kesan bahwa ia tidak jijik dengan penderita tbc. Kemudian, karena saya takut dosa, dan sudah tahu sejak itu selalu pakai masker.

Apabila saudara atau kerabat anda ada yang terkena tbc, dan tinggal serumah dengan Anda. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan baik perilaku dalam merawat si pasien, atau perilaku pasien sendiri yang harus ditegur. Sebenarnya beberapa ada yang sudah pernah saya bahas, di artikel yang dibutuhkan penderita tbc.

Perawatan penderita tbc di rumah.

"perawatan penderita tbc di rumah"

1. Selalu ingatkan minum obat.

Penderita tbc, diwajibkan memiliki pengawas obat. Memang dari puskesmas/klinik sudah ada dokter yang ikut mengawasi pasien dengan mencatat tanggal pengambilan dan pengembalian obat. Namun di rumah, terkadang si pasien terutama bagi yang baru terkena kadang kelupaan, atau ketiduran dan baru sadar setelah waktu pengambilan obat tidak sesuai dengan jadwal. Misalkan seharusnya tanggal 1 obat habis dan harus diambil namun malah tanggal 2 obat baru habis dan baru akan diambil berarti ada yang terlewat sehari. 

Kalau saya sendiri selalu diingatkan oleh orang tua, sudah minum obat, berkali-kali pagi dan malam. Kadang ibu saya ikut mengecek berapa jumlah obat yang tersisa, kemarin sekian dan seterusnya. 

Namun saya pasien yang agak rapi, saya membuat semacam jadwal minum obat di ms excek, jadi setiap bangun tidur, saya buka laptop, dan kalau sudah minum obat baru diisi OK. Hari berikutnyapun demikian. Di bagian akhir biasanya juga ditulis pada tanggal sekian harus ambil obat.

Oleh sebab itu saya tidak pernah kelupaan obat sekali. Bagaimana bila si pasien pura-pura lupa dengan membuang obatnya. Pada dasarnya si pasien bisa membohongi dokter atau yang lainnya namun tidak bisa membohongi tubuhnya. Beberapa orang yang melakukan hal ini kebanyakan kambuh entah setahun atau berapa tahun kemudian, bahakn ada yang malah jadi parah dan pengobatan tentunya jadi lebih lama.

Apabila memang si penderita tbc adalah istri, anak atau suami ingatkanlah minum obat. Hal itu bukan hanya baik untuk kesehatan pasien namun juga untuk kondisi psikologisnya sebab hal itu akan memberikan dukungan atau kepedulian secara tidak langsung.

2. Selalu ingatkan makan, atau siapkan makanan tinggi protein

Saat awal saya sakit, ibu saya selalu memberikan makanan tinggi protein karena itu suatu kewajiban agar cepat sembuh. Setiap pagi biasanya pukul 9 saat jam kerja, ia izin pulang untuk sekedar memberikan nasi kotak berisi ayam goreng.

Kadang saat jam istirahat kerja yang dari dulu tidak pulang karena agak jauh ia sempatkan pulang, dan membawa makanan dari kantin kantor, iapun jadi ikut makan di rumah. Ketika saya masih kecilpun demikian. Saya beruntung punya ibu sepertinya, dan kadang saya heran dan terharu sendiri.

Beberapa pasien mungkin tidak memiliki nafsu makan atau malah tidak mau untuk itu harus diingatkan, dan diberkan makan. Kalau perlu, dan kalau ada rejeki berikan masakan favoritnya setiap seminggu sekali. Atau paling tidak buatkanlah menu yang maknan yang baik untuk kesehatan penderita tb.

3. Ingatkan untuk istirahat yang cukup

Beberapa pasien yang menderita tbc biasanya memiliki pola hidup yang buruk, salah satunya begadang. Apabila kebiasaan itu masih berlangsung ingatkanlah untuk istirahat kalau ingin cepat sembuh. Saya sendiri karen badan drop, dan keinginan sembuh mulai membiasakan diri tidur pukul 9 jadi bisa bangun pagi untuk minum obat.

4.  Ingatkan untuk berjemur di pagi hari

Penderita tbc diwajibkan untuk berjemur di pagi hari sebab bakteri tn akan mati bila terkena sinar matahair terutama bagi yang bersin kemudian menempel di baju atau tangan atau lainnya. pada kul 8-10 ingatkanlah bahwa caucanya bagus, dan hangat untuk berjemur. 

Seandainya si penderita malas berjemur biasanya tulang akan terasa sangat ngilu, mudah pilek dan bersin.

4. Ganti sprei, sarung bantal seminggu sekali, serta jemur kasur.

Setiap seminggu sekali, ibu saya biasanya akan menjemur bantal, dan mengganti sarungnya, menjemur kasur, dan mengganti sepreinya hal ini agar bakteri yang menempel tidak membiak. Ini juga disarankan oleh dokter.

5. Buka jendela, setiap pagi

Bakteri tb bisa hidup selama 24 jam dalam suhu ruangan tertentu seperti dalam kamar. Untuk itulah setiap pagi bila dikamarnya ada jendela, wajjib dibuka agar terjadi sirkulasi udara yang lebih sehat. Udara dari luar pun baik untuk penderita, terutama bagi yang tinggal di desa karena masih sejuk sebab kandungan oksigennya banyak.

6. Ingatkan untuk memakai masker

Karena penyakit tbc sangat mudah menular melalui udara apabila merawat penderita tbc, terutama bagi yang ingin mengobrol pastikan ia memakai masker. Saya setiap hari memakai masker di rumah. Lebih disarankan lagi kalau penghuni rumah juga ikut memakai masker.

Untuk memakai masker belilah masker yang berisi satu pack, isinya saya lupa mungkin sekitar 30-50, dan harganya kalau tidak salah waktu itu tidak sampai 50rb. Dan itu bisa untuk satu bulan, dan lebih murah dibandingkan dengan masker yang dijual di minimarket.

7. Awasi pola hidupnya

Penderita tbc harus menjaga pola hidup bersih dan sehat apabila ingin cepat sembuh. Bagi yang dulunuya merokok, pastikan ia tidak merokok. Tegurlah pelan-pelan. Usahakan juga agar ia tidak memakan makanan yang tidak boleh dimakan bagi penderita tbc.
Itulah perawatan apabila tinggal serumah dengan penderita tbc, yang sejak artikel ini ditulis Alhamdulillah keluarga tidak ada yang tertular oleh saya. Dan sayapun sembuh dalam waktu yang paling cepat 6 bulan pengobatan.

Komentar

Trending

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Penderita Tbc Untuk Menaikan Berat Badan

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Pengertian Keperawatan Terbaru Menurut Para Ahli