Cara Berobat TBC di Puskesmas Gratis Tanpa BPJS (Pengalaman)

.
kementriankesehatan.com  - Ketika hasil ronsen keluar, dan dinyatakan positif TB, esoknya saya pulang kampung, dan dari saran saudara yang juga seorang dokter puskesmas, ia menyarankan untuk berobat tbc di puskesmas sebab gratis, dan cara-nya juga mudah dan dimana-mana obat yang telah terbukti, dan teruji menyembuhkan sama saja OAT.

Pada awalnya, saya disuruh datang pada pukul 8 pagi, lalu mengantri seperti kebanyakan orang, dan membayar uang pendaftaran sebesar 10rb, untuk obat, dan konsultasi gratis. Namun saya datang sekitar pukul setengah sembilan. Dan saya diberitahu untuk tidak usah mengantri oleh saudara langsung menemui temannya, Pak A, selaku dokter yang sudah banyak menangani pasien tb.

Hal pertama yang dilakukan, mencari ruangan tbc, dan letaknya ada di pojok sebelah kiri, di antara ruang laboratorium yang berada paling ujung, dan dokter gigi. Sampai di sana rupanya tak ada orang. Saya sempat agak khawatir sang dokter pergi dan saya tidak jadi berobat hari ini.

Namun kemudian, saya bertanya pada seorang petugas yang berada di ruang laboratorium kalau saya ingin menemui Pak A. Ia segera mencarinya, dan tak lama kemudian kami bertemu. Waktu itu saya tidak pakai masker karena belum tahu, seberapa bahaya penyakit tbc.

Foto ronsen yang berada dalam amplop cokelat berserta fotocopy Kartu Keluarga (KK) saya berikan, ia lalu melihat seklias foto tersebut dan menunjuk pada garis putih, yang menandakan ilfitrat atau bercak di paru-paru akibat lendir, atau bakteri.

Tak lama kemudian, datang saudara saya, dan kemudian saya mulai bercerita pengalaman pribadi sampai terkena tbc. Pada awalnya saya batuk lama tidak sembuh-sembuh, padahal sudah menghabiska beberapa botol obat batuk berbentuk sirup, sampai akhirnya batuk darah, dan baru melakukan pemeriksaan.

Ia seperti sudah hafal dengan polanya, dan tak begitu heran, dan malah mengatakan kebanyakan emang begitu, mereka tidak sadar, dan baru berobat waktu sudah agak parah. Malah beberapa jadi lebih parah akibat minum obat batuk. Lalu ia mengatakan bahwa saya itu tertular orang lain.
Cara Berobat TBC di Puskesmas
berobat tbc
Di daerah yang padat penduduknya, seperti Jakarta sebenarnya banyak yang menderita tbc. Kalau rokok, sebenarnya bukan penyebab utama, itu hanya pemicu, penyebabnya ya bakteri.

Sampai di sini, saya diterangkan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, pemeriksaan berat badan, dan lalu pemberian obat besar berwarna merah, tigatablet setiap hari selama 2 bulan. Namuan walaupun tes ronsen menunjukan hasil positif, kepastiannya ditentukan lagi melalui tes dahak, oleh sebab itu, saat saya pulang diberi toples kecil untuk tempat dahak agar dilakukan pemeriksaan.

Sampai di sini, walaupun sudah dapat obat, rupanya belum selesai, saya di ajak berbicara empat mata oleh dokter, lalu menjelaskan kalau saat ini ada kolaborasi TB dan HIV. Sebab keduanya berkaitan, dan sama-sama menyerang sistem kekebalan tubuh, dan beberapa pasien ada yang berobat TBC namun tidak sembuh2, rupanya juga kena HIV. Jadi kalau juga kena HIV, HIVnya juga ikut diobati.

Entah kenapa saya langsung lemes, diberitahu seperti itu. Deg-deg-an sekali, walaupun sebenarnaya saya  bukan orang yang suka jajan di luar, di dalampun tidak sebab saya masih muda, dan belum menikah.

Sayapun menyetujui, dan dokter mengatakan bahwa ia tak akan memberitahukan kepada siapapun, orangtua, saudara, hanya saya dan dokter yang tahu apabila positif. Oke. Batin saya, dan entah kenapa waktu itu saya kepikiran untuk jadi orang yang baik, dan lebih beriman.

Nah, singaktnya saya masuk ruang laboratorium, diambil sampel darah, dan menunggu sekitar 15 menit. Saya tidak tahu mau ngomong apa, cuma pasrah. Setiap melihat dokter sedang menunggu hasil dengan alat khusus, lalu mengetahui saya memperhatikan ia mengatakan tunggu sebenatar lagi mas.

Sampai akhirnya ia mengatakan, sudah. Hasilnya negative. Sumpah, seneng banget. Dan ya tentu harapan kesembuhan jadi lebih tinggi. 

Itulah bagaimana saya berobat tbc di puskesmas, sebenarnya sampai sembuh saya tidak pernah menyerahkan kartu bpjs, sebab waktu itu memang sudah aktive masa berlakunya sejak lulus SMA.

Dari yang saya lakukan sebenarnya ada berbagai tahap, agar bisa berobat di puskesamas.
1. Rujuan dari dokter. Apabila anda melakukan tes ronsen di klinik bisa juga meminta surat rujuan, dan bila berobat di dokter umum, mintalah juga surat rujuan untuk berobat di puskesmas, beberapa ada yang mendapatkan surat rujukan dari kelurahan.
2. Kartu Keluarga. Fungsinya untuk mendata pasien tbc yang ada di Indoensia, meliputi kesembuhan, dan peningkatkan jumlah pasien.

Itu salah satu cara yang paling mudah, apalagi telah janjian terlebih dahulu dengan dokternya. Namun apabila tidak ada rujukan, maka mau tidak mau harus mengantri dan membayar uang pendaftaran yang setahu saya sekitar 10rb. Untuk diagnosa awal, konsultasi, dan obat tbc hingga sembuh itu gratis dan ditanggung pemerintah, dan panyakit tbc bisa disembuhkan asal patuh.

Apabila anda ingin melakukan tes ronsen dan tes dahak untuk memastikan, artinya masuk dalam diagnosa awal, dan seperti yang dinyatakan di situs resmi kementrian kesehatan bahwa diagnosa awal gratis.

Saya sendiri, sempat ditawari untuk melakukan tes ronsen lagi kalau memang belum yakin. Namun menolak, dan percaya dengan hasil tes ronsen yang saya lakukan di klinik. Jadi jangan takut tidak ada bpjs saat akan berobat tbc di puskesmas, sebab waktu itu bpjs saya juga tidak aktive.

Walaupun seminggu setelah berobat saya aktivekan lagi, namun saya tidak menunjukan dan menyerahkan bpjs tersebut ke puskesmas karena tidak ditanyakan. Dan sampai akhir pengobatan hingga sembuh, pihak puskesmas juga tidak menanyakan. Mereka hanya menanyakan kartu keluarga.

Semoga cepat sembuh.
Reference:
Kemenkes RI. Berobat Gratis, Pasien Tbc Bisa Sembuh Asal Patuh

Komentar

Trending

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Penderita Tbc Untuk Menaikan Berat Badan

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Pengertian Keperawatan Terbaru Menurut Para Ahli