Saya Batuk Darah Setiap Bangun Tidur, Penyakit TBC?

.

kementriankesehatan.com - Setiap  saya bangun tidur, terasa seperti ada yang mengganjal di tenggorokan, menyebabkan batuk, dan keluar dahak bercampur darah. Gejala tbc?

Pada intinya batuk darah atau yang dikenal dengan hemoptisis, terjadi karena adanya kerusakan di pembuluh darah di sekitar organ pernafasan, dan biasanya menjadi tanda-tanda suatu penyakit seperti tbc, bronkitis, infeksi saluran pernafasan, luka di paru-paru.

batuk darah setiap bangun tidur
batuk darah
Yang paling sering adalah penyakit tuberculosis (tb).

Biasanya diikuti dengan gejala:

1. Berat badan menurun drastis.

2. Demam di malam hari.

3. Keringat dingin tanpa melakukan aktifitas melelahkan.

4. Nyeri dada, dan sesak nafas.

5. Batuk lebih dari 2 minggu, dan sangat aktif di malam hari.

Jika anda mengalami hal di atas sebagiknya segera melakukan pemeriksaan diri di puskesmas secara gratis atau di klinik terdekat. Sebab jika benar tbc dan tak segera ditangani, maka gejala akan menjadi semakin parah seperti yang saya alami.

Keluar dahak disertai darah yang pekat, semuanya merah. 

Batuk tidak sembuh-sembuh walaupun habis 3 botol lebih, dan berganti-ganti merek. Ini tanda kalau bukan penyakit biasa.

Demam tinggi di malam hari.

Lemas, nyeri di dada, dan kadang sesak nafas.

Untuk memastikan penyakit apa yang diderita, sebaiknya melakukan tes ronsen, dan dahak.

1. Tes ronsen.
Paru-paru kita akan di foto dengan sinar x.Lalu di analisa, apakah ada infitrat, bercak, atau kerusakan. Bisa dilakukan di pusekesmas secara gratis atau di klink terdekat bila ingin cepat mendapatkan hasil.

2. Tes dahak.
Sampel dahak kita akan diambil ke dalam toples kecil yang steril, untuk diperiksa kandungan bakteri apa yang ada di dalamnya.

Kesimpulannya: Batuk darah tidak selalu tbc, ada juga pengalaman orang yang terkena bronkitis. Jangan memiliki ansumsi sendiri, sebaiknya melakukan pemeriksaan, dan penanganan secara cepat dan cepat supaya cepat sembuh.

Pengalaman saya batuk darah setiap bangun tidur

Pada awalnya darah yang bercampur di dahak setelah batuk sangat sedikit, setetes, dan tak begitu kental, saya pikir itu karena nikotin yang keluar akibat rokok.

Ketika dimintai pendapat saudara juga demikian, dan menyarankan untuk meminum segelas air putih hangat, sebelum dan sesudah tidur. 

Keesokan harinya, hilang. Namun esoknya lagi, dahak saya keluar bercampur darah, dan paling sering setelah gosok gigi. Semakin hari semakin kental.

Pikir saya itu paling karena gusi yang luka. Namun di siang hari saat meludah, keluar darah. Di sini saya sudah mulai curiga, ada yang luka di dalam organ dalam entah itu lambung, tenggorkan atau paru-paru.

Namun saya berfikir positif, ah tak apa, nanti juga sembuh sendiri.

Sampai mungkin sudah sebulan, pada siang hari, di jam istirahat kerja, tenggorokan saya terasa ada yang sangat mengganjal, dan hidung tersumbat. Padahal waktu itu saya sudah mulai berhenti merokok, dan tidak sedang pilek. Saat mengeluarkannya, ternyata darah, saking banyaknya dahak tersebut berwarna merah semua, kental, dan pekat.

Hidungpun demikian, saya pikir ini ingus, akibat flu, ternyata saat dikeluarkan juga darah. Mengetahu itu saya sangat lemas, dan bertanya-tanya penyakit apa yang saya derita?

Dan menjadi berfikir aneh, karena rasa pusing dan limbung, sesak nafas, dan nyeri di bagian dada yang mengikuti. Saya pikir, ini pasti tanda penyakit serius. Ya, ini karena bagian dalam ada yang luka. Saya waktu itu berfikir, bagaimana mungkin mengobati luka di organ dalam yang tangan kita tak sanggung meraihnya.

Mungkin, umur saya hanya berhenti di 20 tahunan. Sepulang kerja, saya pergi ke klinik dengan di bantu teman untuk ronsen. Di klinik tersebut sedang sepi, dan dokter yang menanganai saya menanyakan ada apa? 

Saya menceritakan kalau tadi habis batuk darah. Kira-kira penyakit apa ya dok? Biasanya sih tb, tapi kita cek dulu sebelum memastikan.

Namun yang menyebabkan saya agak down lagi ketika dokter mengatakan kalau nanti hasilnya benar tb, berarti harus berobat selama 6 bulan tidak boleh putus. Waktu itu saya pikir, selama 6 bulan setiap hari minum obat tidak boleh putus, kalau putus harus mengulang lagi dari awal. Rupanya hanya di 2 bulan pertama yang setiap hari, berikutnya seminggu 3 kali. namun sama saja tidak boleh putus.

Akhirnya saya memtuskan untuk pulang, dan lusa hasilnya diambil, ternyata tbc. Belum puas, karena ini hanya hasil ronsen sebab tbc itu disebabkan oleh bakteri. Sedangkan ronsen hanya utk mengetahui kerusakan di organ paru.

Saya memutuskan pulang kampung, memeriksa dahak di puskesmas, berkonsultasi dengan dokter, dan saat itu juga diberi obat anti tbc. Sebab kelamaan jika nunggu hasil tes dahak 2-3 hari lagi. Ia juga sudah yakin dengan hasil foto ronsen yang saya bawa, serta gejala yang saya ceritakan padanya.

Saya kemudian berfikir, kenapa tidak berobat sejak dulu sebelum setiap batuk keluar sesendok darah. Mungkin badan tidak akan sedrop ini. Badan rasanya sangat lemah. 

Saat hasil tes dahak keluar, dinayatakn positif. Namun alhamdulillah setelah mengalami berbagai macam cobaan, dan hampir mati sesak nafas. Saya sembuh dalam 6 bulan, dan sudah berkatifitas normal kembali.

Semoga bermanfaat dan cepat sembuh ya.

Komentar

Trending

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Beruang Bagus Untuk Penderita Tbc (Pengalaman)

Penderita Tbc Boleh Minum Susu Sebelum atau Setelah Minum Obat? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu