Saya Dulu Penderita Tbc, dan Sekarang Merokok Lagi

.
Apakah penderita tbc boleh merokok lagi?
kementriankesehatan.com - Setelah didiagnosa tbc, saya berfikir, bahwa ini terkahir kali saya merokok, karena tbc pasti tidak boleh merokok kan? Ah tak apa, toh saya, dengan batuk yang sangat menyiksa ini tak ada enaknya merokok. Sayapun berniat untuk berhenti merokok selamanya seperti yang diimpikan banyak orang.

Ketika datang ke puskesmas untuk berobat, saya menceritakan pada Pak dokter yang menangani saya, bahwa dulu saya perokok berat. Ia pun mengatakan bahwa mulai sekarang, kalau ingin sembuh: berhenti merokok. Namun datanglah beberapa bu dokter lain, dan salah satunya ahli gizi, ia mengatakan untuk berhenti merokok. Saya sudah berfikir bagaimana bisa, saya bisa resah seharian? Lalu ia menambahkan, apabila tidak bisa ya dikurangi. Ya mungkin saya akan menguranginya, pikir saya.

Namun akhirnya selama pengobatan saya tidak pernah merokok. Awalnya memang susah, dengan kondisi tubuh yang lemah, mungkin karena kecanduan, keinginan menghisap asap tembakau kadang muncul medadak seperti setelah makan. Atau mulut terasa kecut dan ingin sekali merokok. Saya selalu mengatakan pada diri saya, bahwa saya ingin sembuh karena masih banyak hal yang ingin dilakukan, seperti membahagiakan orangtua, dan saya tidak mau merepotkan banyak orang lebih lama dengan berobat lebih lama.

2 bulan pertama sangat sulit melawan keinginan merokok tersebut, apalagi bila ada teman atau orang lain yang merokok rasanya ingin sekali. Namun saya berhasil. Ketika saya bertemu teman, dan ngobrol, teman saya merokok, saya tidak ingin karena keinginan sembuh yang lebih besar dari merokok.

Di 4 bulan ke atas saya bahkan mulai merasakan enaknya tidak merokok, pernyataan orang bahwa banyak yang stress apabila tidak merokok ternyata keliru. Justru rokoklah yang bikin stress. Sekarang saya tidak lagi stress walaupun belum merokok. Untuk melakukan rutinitas saya tidak stress walaupun tidak merokok. Berbeda dengan para perokok yang stress justru karena (tidak) merokok.

Bagaimana kata dokter?
Pak dokter yang menangangi saya mengatakan untuk tidak merokok kalau ingin sembuh. Artinya penderita tbc tidak boleh merokok. Dan seperti yang saya ceritakan, saya tidak merokok dari awal sampai selesai pengobatan.
Sedangkan menurut Bu Dokter lain, mengatakan jangan merokok dahulu, namun apabila sulit, tiba-tiba berhenti merokok, sebaiknya dikurangi?

Bagaimana dengan yang lain?
Ada seorang yang sempat bertanya apakah tidak apa merokok, badan sudah agak enakan, walaupun itu di 5 bulan pengobatan. Ia menjawab sendiri tak apa walaupun cuma sekali.
Menyinggung pernyataan dokter, bahwa penderita tbc tidak boleh merokok titik. Sebab dapat merusak paru-paru. Jadi jangan buat presepsi atau pernyataan sendiri. Kecuali kalau tidak ingin sembuh?

Apakah penderita tbc yang sudah sembuh boleh merokok lagi?
Saat enam bulan pengobatan selesai, saya menyerahkan toples kecil dengan tutup kuning berisi dahak, ia menanyakan kesehatan saya, dan saya menjawab bahwa saya sudah sehat sekali. Pak dokter lalu memberikan nasehat untuk jangan merokok lagi ya?

Saya diam, karena tidak bisa menjawabnya. Namun saya usahakan. Selama 1 bulan setelah sembuh artinya 7 bulan setelah terkena tbc, saya tidak merokok. Namun karena saya sudah mulai melakukan rutinitas seperti biasa, mulai bertemu banyak orang lagi, dan banyak orang yang merokok.

Akhirnya karena pengaruh lingkungan, saya mencoba merokok. Awalanya saya membeli satu bungkus rokok jenis filter. Dan ketika menghisapnya nafas jadi sesak, dan dada terasa nyeri dan sakit.

Rasa rokokpun jadi tidak enak. Seperti anak kecil yang coba merokok saja. Saya pikir mungkin karena lidah saya pahit. Dan salah satu penyebabnya karena mengkonsumsi obat dalam jangka waktu lama.

Walau begitu saya coba merokok lagi, kali ini dengan jenis mild, masih tidak enak, karena ujung lidah terasa pahit. Namun tetap merokok karena mungkin kebawa kebiasaan dahulu. Setelah berbagnti-ganti jenis rokok, saya menyimpulkan bahwa, rokok jenis filter dan kretek tidak sanggup lagi saya hisap.

Adapun efek sampan atau bahaya apabila penderita tbc merokok lagi
1. Dada terasa sakit
Saya merasakannya hampir setiap kali merokok, kadang terasa nyeri, atau tertusuk-tusuk, biasanya kalau sudah seperti ini saya berhenti merokok.
2. Sesak nafas
Karena paru-paru kita sudah ada yang rusak, maka kinerja paru jadi tidak maksimal apabila ditambah dengan asap rokok, maka akan semakin merusak dan mengganggu kinerja paru. Hal ini biasanya terjadi apabila belum makan sudah merokok, atau rokok jenis filter dan kretek.
3. Batuk
Rokok merupakan salah satu penyebab batuk yang paling umum, nikotin yang tinggi, dan asap rokok yang pekat atau jenis rokok keras biasanya yan paling sering menyebabkan batuk.
4. Kemungkinan kambuh tinggi
Penyakit tbc merupakan penyakit yang bisa kambuh apabila tidak menjaga pola hidup bersih dan sehat. Merokok adalah salah satunya, karena merusak paru-paru yang sudah rusak. Beberapa penderita yang kambuh setelah ditanya oleh saya ternyata mereka merokok lagi.
Bagaimana dengan saya?
"penderita tbc boleh merokok lagi"
Sampai sekarang sekitar 3 bulanan saya active merokok lagi, awalnya memang terasa sakit, dan yang aneh, jadi jarang sekali batuk walaupun merokok. Saya tidak tahu apa karena paru-paru sudah tidak sesensitive dulu. Adapun efek samping yang ditimbulkan pada awalnya dada sesak, dan sakit seperti ditusuk. Namun lama kelamaan sekitar 2 bulan setelahnya. Efek samping itu berkurang, dan jarang muncul.

Dan karena dulunya pernah terkena tbc, saya menerapkan beberapa aturan merokok.
Pertama, saya hanya merokok kalau sudah makan. Jadi saat bangun tidur namun belum makan saya tidak akan merokok.
Kedua, saya berhenti merokok kalau sudah tidak enak. Dulu saya selalu merokok entah enak atau tidak, karena kebiasaan tangan, dan mulut. Sekarang kalau memang sudah tidak enak merokok saya berhenti.
Ketiga, tidak boleh lebih dari 1 bungkus sehari.
Pada awalnya satu bungkus rokok berisi 20 batang saya habiskan seminggu. Sebab saya hanya merokok setelah makan sekali. Namun akhir-akhir ini, 1 bungkus rokok saya habisakan 2 hari.
Dibandingkan dahulu sebelum terkena, hal itu berkurang sebab dulu sehari 1 bungkus.

Kesimpulannya: Penderita tbc yang masih dalam pengobatan tidak boleh merokok. Begitupun bagi mantan tbc, tidak boleh merokok lagi apabila tidak ingin kambuh lagi. Namun keputusanada ditangan setiap orang.
Semoga bermanfaat, artikel di atas hanya bentuk berbagai pengalaman dan pengatahuan. Bukan untuk diperdebatkan. Terimakasih mau membaca.

Komentar

Trending

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Beruang Bagus Untuk Penderita Tbc (Pengalaman)

Penderita Tbc Boleh Minum Susu Sebelum atau Setelah Minum Obat? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu