Penderita TBC Boleh Olahraga? (Pengalaman Pribadi)

.
kementriankesehatan.com - Saat saya tahu terkena penyakit batuk darah, saya bertanya apakah penderita tbc tidak boleh lagi olahraga? Walaupun sebenarnya di usia 20-an ke atas, saya tidak lagi menggilai futsal, atau lari pagi. Lalu bagaimana cara saya mengeluarkan keringat yang merupakan salah satu cara pengeluaran toksin/zat yang tidak diperlukan tubuh, entah zat kimia, atau racun. 

Dokter puskesmas yang menangani saya, hanya menyarankan untuk berjemur di pagi hari sekitar pukul 7-10 sebab itu salah satu obat alami tbc. Kuman tbc sebenarnya mati bila terkena sinar matahari dengan suhu dan waktu tertentu.

Alahasil selama itu, sekitar 2 bulanan, hampir tak pernah olahraga. Sebab bagaimana penderita tbc seperti saya waktu itu olahraga. Tidak olahragapun badan seperti remuk. Tulang nyeri, sesak nafas, dan cepat sekali lelah. Rasanya waktu itu, saya sudah berusia 80 tahun.

Menyinggung kelelahan, bahkan ada beberapa teman kita yang untuk ke belakang, maksudnya buang air, bolak-balik ke toilet sudah ngos-ngosan. Apalagi bagi yang rumah mereka bertingkat, atau kantor mereka yang mengharuskan naik turun tangga untuk menemui seseorang atau menyerahkan dokumen.

Bagaimana kata dokter puskesmas?
"penderita tbc boleh olahraga" 
 Dulu, waktu masih bekerja di sebuah kontraktor perusahaan swasta yang menangani project BUMN, saya kadang harus ke lapangan/proyek entah untuk survey, melihat situasi lapangan, dan kadang untuk renovasi, saya harus mengukur sendiri, atau bila ada alokasi suatu bangunan yang akan dipindahpun harus diukur luar dalam. Dan kadang, karena pekerjaan saya menggambar, saya ikut pengawas lapangan, dan itu panas-panasan, belum lagi karena susahnya akses terpaksa jalan kaki.

Pak dokter menyarankan untuk beristirahat dulu, pekerjaan biarkan saja. Sebab apabila kelelahan malah menjadi semakin parah. Sehingga aktivitas berat, entah itu olahraga atau bukan tidak diperbolehkan. Namun apabila untuk olahraga ringan silahkan saja. Pak doker membolehkan, untuk sekedar jalan-jalan santai pagi di halaman rumah, atau kampung.

Bagaimana dengan saya?
-Saat pengobatan
Setelah 4 atau 5 bulan pengobatan, malam hari karena sudah merasa agak enak dan sudah jarang sekali berolahraga, maka saya mencoba untuk push up beberapa kali, dan Ya Tuhan. Langsung ngos-ngosan,. cepat sekali lelah. Dan dada terasa berdebar, nafas berat serta pusing.

-Setelah pengobatan
3 atau 4 bulan setelah sembuh, saya diajak futsal. Saya hanya main beberapa menit tidak sampai 10 menit. Dada terasa sakit, dan badan lemas. Pulangnya, kami mampir sebentar untuk ngopi. Ketika kopi jadi, tubuh saya terus berkeringat, padahal saya daritadi duduk. Badan pusing, dan rasanya mau pingsan. Saat itu saya langsung pulang dan tiduran, dan bertekad tak akan lagi bermain futsal.

Selama pengobatan, saya hanya push up malam hari yang tadi saya ceritakan, untuk mengeluarkan keringat saya cenderung mengikuti saran dokter, rutin berjemur tiap pagi pada sekitar pukul 7-10 Pagi.
Tips 
Apabila memang anda ingin sekali berolahraga sebagai salah satu cara agar badan tidak kaku, atau menjaga kebugaran. Sebaiknya cobalah dulu jalan-jalan di dalam rumah, kalau tidak cape dan tidak ada efek yang berbahaya. Lanjut jalan-jalan di sekitar rumah atau halaman. Dan kalau tidak menyebabkan dada sakit. Baru lanjut di sekitar kompleks rumah.

Kesimpulannya:
Penderita tbc boleh olahraga, selama tidak sampai kelelahan. Karena bila kelelahan bisa menyebabkan badan drop.

Catatan:
Ada juga pengalaman orang yang sudah sembuh tbc, saat kelelahan, terus batuk darah.

Semoga bermanfaat dan cepat sembuh.

Komentar

Trending

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Penderita Tbc Untuk Menaikan Berat Badan

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Pengertian Keperawatan Terbaru Menurut Para Ahli