Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Tbc di Awal Pengobatan

.
kementriankesehatan.com - Makanan yang tidak boleh dimakan penderita tbc adalah mie instan, gorengan, makanan pedas. Makanan tersebut tidak boleh dimakan secara berlebihan sebab dapat menyebabkan batuk, yang pada akhirnya menyiksa pasien, dan apabila sudah lebih dari 2 bulan pengobatan dengan catatan berat badan naik, dan badan sudah mulai membaik, beberapa pasien diperbolehkan mengkonsumsinya.

1. Mie Instan
Mie instan merupakan makanan yang rendah akan protein sehingga tidak boleh dimakan oleh penderita tbc terutama pada 2 bulan pertama pengobatan. Sebab untuk menaikan berat badan, dan membantu mengembalikan daya tahan tubuh, si pasien diharuskan memakan makanan tinggi protein. 

Pada 2 bulan pertama pengobatan, penderita tbc tidak diperbolehkan makan mie. Karena pada bulan itu, berat badan kita biasanya terus turun, dan bakteri sedang sangat active, makanya diberi obat antibiotk. Nah untuk membantu mengembalikan jaringan paru yang rusak, dan meningkatkan daya tahan tubuh, protein sangat diperlukan.

Dalam mie juga tinggi akan msg (monosodium glutamate), yang bisa menyebabkan pusing apabila berlebihan, dan bagi yang alergi bisa menyebabkan batuk. MSG ini sering kita sebut sebagai micin.
Saya sendiri tidak pernah makan mie pada 2 bulan pengobatan, baru pada 3 bulan ke atas saya mulai mengkonsumsi mie karena suka. Namun sekarang sudah jarang sekali karena bosan. Tak ada efek samping berbahaya selain pusing, dan berat badan saya tidak naik, mungkin bagi sebagian orang bisa turun, karena yang tadinya makan nasi dan telur/ayam/ikan, diganti mie. 

2. Gorengan
Dokter sebenarnya melarang penderita tbc tidak boleh makan gorengan, khususnya pada 2 bulan pengobatan. Ia mengatakan bahwa minyak yang beredar dan banyak dipakai di masyarakat itu tinggi lemak jahat atau jenuh, serta kolesterol, dan dapat menyebabkan batuk. Belum lagi yang minyak yang digunakan para penjual di tepi jalan biasanya, minyak yang sudah lama dipakai, sudah hitam masih dipakai.

Sebelumnya Pak Dokter mengatakan kalau segala jenis makanan yang memicu batuk itu tidak boleh dimakan. Jadi selama 2 bulan pengobatan, saya mencoba tidak makan gorengan. Namun mustahil sebab kebanyakan makanan itu digoreng, entah ayam, telur atau ikan. Sayuranpun mengandung minyak. 

Jadi saya hanya memakan yang minyaknya sedikit. Lalu ibu saya membeli minyak buatan umkm, yang rendah kolesterol, dan 0 kolesterol. Berbeda dengan minyak sawit yang agak kecokelatan, minyak yang rendah kolesterol lebih benih atau cerah, dan yang 0 kolesterol itu jernih. Saya pikir itu air mineral. Memang baunya seperti ampas kelapa, mungkin karena dibuat dari kelapa tua. Baunya memang asing, mungkin itu yang menyebabkan saya tdiak terlalu suka dengan bau dan rasanya. 

Namun demi kesehatan, selama kurang lebih 2 bulan saya memakai minyak jenis itu, karena tidak terlalu keras ditenggorokan jadi tidak begitu menyebabkan batuk, dan yang jelas lebih sehat karena 0 kolesterol. Untuk harga sendiri juga perlu dipertimbangkan karena 3x lipat hingga lebih dibanding minyak biasa.
Namun itu hanya sampai 2 bulan pengobatan saja, setelahnya saya makan makanan yang digoreng, namun tetap saja, entah makanan berminyaknya, atau kadar minyaknya tidak boleh berlebihan.

3. Makanan pedas
Makanan pedas sebenarnya diperbolehkan, yang tidak diperbolehkan dimakan apabila berlebihan dan terlalu pedas, sebab hal itu kata dokter dan saya sendiri mengalami bahwa hal itu dapat memicu batuk. Apalagi banyak sambal yang cara memasaknya dengan digoreng dulu, jadi selain karena pedas, minyak juga menyebabkan batuk. Padahal segala hal yang menyebabkan batuk dilarang. Saya sendiri pada 2 bulan pertama hanya makan sambal sedikit. Di bulan 3 sempat makan sambal banyak, dan tenggorokan terasa ada yang mengganjal dan menyebabkan batuk. Jadi setelah itu saya kurangi.

Selain makanan, adapula pantangan lain yang tidak boleh dilakukan oleh penderita tbc karena berbahaya bagi kesehatan, seperti minuman bersoda, minuman keras, dan obat terlarang.
"makanan yang tidak boleh dimakan penderita tbc"
Kesimpulannya: Pada prinspinya untuk kebaikan pasien penderita tbc, tidak boleh makan makanan yang dapat memicu batuk seperti mie instan, gorengan, dan makanan pedas khususnya pada 2 bulan pengobatan. Baru setelah bulan ke 3 dan seterusnya apabila berat badan sudah naik, dan sudah agak enakan, makanan tersebut dari pengalaman saya sendiri aman, dokter yang menangani saya tidak melarang makan makanan pedas jika sudah menjalani 2 bulan pengobatan. Namun dengan catatan tidak berlebihan.

Sebab apabila makanan tersebut dikonsumsi secara berlebihan dan memicu batuk, maka dilarang. Beberapa akibat bila penderitia tbc batuk bisa berbeda-beda tergantung kondisi seseorang.
1. Dada terasa sakit, entah nyeri atau seperti ditusuk-tusuk.
2. Sesak nafas.
3. Luka di paru-paru bertambah lebar karena guncangan batuk.

Oleh sebab itu, beberapa teman kita ada yang tidak boleh makan makanan yang disebutkan di atas, karena kondisi tiap orang berbeda. Namun akan lebih baik lagi sih, tidak dahulu sampai sembuh.

Komentar

Trending

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Penderita Tbc Untuk Menaikan Berat Badan

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Pengertian Keperawatan Terbaru Menurut Para Ahli