Lihat Label, Inilah Zat Aditif Makanan yang Aman Bagi Kesehatan Tubuh

.
kementriankesehatan.com - Zat aditif biasanya digunakan untuk memperkuat rasa, memperbagus penampilan, merenyahkan tekstur, hingga mengawetkan makanan. Pada makanan yang dikemas oleh pabrik, dan telah didaftarkan ke BPOM, biasanya tertera label yang menunjukan zat yang terkandung di dalamnya, namun apakah zat adiftif tersebut aman, ataukah berbahaya? Berikut jenis zat aditif yang aman bagi kesehatan tubuh, antara lain:
"zat aditif makanan yang aman"
source: flickr
  • Monosodium Glutamate (MSG)
Adalah zat aditif yang digunakan untuk memperkuat rasa makanan sehingga menghasilkan rasa gurih. Sering ditemukan di dalam makanan ringan yang dijual di minimarket, beberapa makanan yang dijual di pinggir jalan seperti baso, rica-rica, hingga di restoran cepat saji dari Jepang, atau China. Sebagian orang berpendapat bahwa zat ini bisa menyebabkan efek neurologis berbahaya yang tidak baik bagi pertumbuhan dan perkembangan. Namun faktanya zat ini tidak berpengaruh pada kesehatan otak. Hanya sebagian orang yang memiliki tubuh sensistif terhadap MSG, dan itupun biasanya dikonsumsi dalam jumlah yang besar sehingga menyebabkan efek samping berupa rasa haus sekali, berkeringan, hingga berkeringat. Artinya zat aditif ini fungsinya hanya sebagai penguat rasa makanan, selama dikonsumi dalam jumlah yang sedang maka aman bagi kesehatan.

Baca juga:
Micin / MSG Tak Berbahaya yang Kita Kira
  • Pewarna Makanan Buatan
Adalah zat aditif yang digunakan untuk mencerahkan makanan, sehingga penampilan menjadi lebih menarik, biasanya terdapat pada permen, es serut, escampur, hingga bumbu masak. Beberapa ahli kesehatan mengungkapkan adanya reaksi alergi terhadap beberapa jenis pewarna Biru 1, Merah 40, Kuning 5, dan Kuning 6. Khususnya untuk jenih Red 3, dikenal sebagai eritrosin, telah terbukti mampu meningkatkan resiko tumor tiroid sehingga diganti dengan Red 40. Beberapa pakar juga berpendapat pewarna makanan, memiliki reaksi alergi yang menjadikan anak menjadi hiperaktive bagi yang sensitif. Namun tidak semua pewarna makanan berbahaya, selama masih dalam ambang batas wajar.
  • Sodium Nitrite
Adalah zat aditif yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri, yang biasanya ditemukan dalam olahan daging, dan bisa juga sebagai penambah rasa asin, dan warna kemerahan agar terlihat segar. Apabila bertemu dengan suhu panas nitrite akan berubah menjadi nitrosamin, senayawa yang memiliki efek negative terhadap kesehatan, sebab dapat menyebabkan kanker lambung yang tinggi, dan diabetes tipe 1.
  • Guar Guam
Adalah zat aditif berupa karbohidrat yang digunakan untuk mengentalkan, atau mengikat makanan, biasanya ditemukan dalam es krim, saus, atau sup. Zat ini kaya akan serat dan memiliki banyak manafat anatara lain: mengurangi gejala sindrom iritasi usus, seperti kembung, atau sembelit, menurunkan kadar gula darah, dan kolesterol, hingga membantu diet sebab dapat meningkatkan rasa kenyang. Dengan catatan dalam kadar cukup, namun apabila dikonsumsi berlebihan malah akan menyebabkan penyumbatan pada kerongkongan, dan usus kecil. Pada beberapa orang yang sensitif mungkin akan merasakan kembung, atau kram.
  • Fruktosa
Adalah pemanis buatan yang terbuat dari sirup jagung berfrustosa tinggi, yang biasanya ditemukan dalam soda, susu, jus ataupun permen. Karena mengandung gula berjenis fruktosa yang tinggi maka akan membayahayakan kesehtan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, terutama masalah kesehatan, dan obesitas. Fruktosa juga dapat memicu peradangan yang berkaitan dengan penyakit jantung, dan kanker.
  • Pemanis buatan
Adalah zat aditif yang digunakan untuk menambah rasa manis makanan, jenisnya natar lain, aspartam, sukralosa, sakarin, dan asulfultam. Sebuah penelitian menunjukan bahwa pemanis buatan dapat membantu menurunkan berat badan dan membantu mengontrol kadar gula darah. Beberapa orang yang sensitif mungkin akan merasakan gejala sakit kepala. Namun bagi kebanyakan orang cukup aman dikonsumsi selama masih dalam ambang batas yang wajar.
  • Karaginan
Adalah zat aditif yang terdapat pada rumput laut merah, dan berfungsi sebagai pengental, atau pengawaet makanan, biasanya terdapat pada keju, es krim, krim kopi dan sebagainya. Suatu penelitian pada hewan menunjukan bahwa penggunaan karaginan bisa meningkatkan kadar gula darah, peradangan, bisaul, hingga gangguan pencernaan.
  • Sodium Benzoat
Adalah zat aditif yang digunakan sebagai pengawet makanan, dan biasanya terdapat dalam saus, acar, jus buah, dan bumbu. Meskipun telah disetujui oleh FDA, sejenis badan pengawas obat Amerika, namun menurut beberapa penelitian, apabila sodium benzoat dicampur dengan pewarna makanan akan menyebabkan anak hiperaktive terutama pada usia 4 tahun. Sedangkan bila dikombinasikan dengan vitamin C akan membentuk senyawa benzena yang berkaitan dengan resiko kanker.
  • Lemak Trans
Adalah jenis lemak tak jenus yang telah melalui proses hidrogenasi yang dapat digunakan untuk pengawet, dan mempertahankan kualitas produk, biasanya terdapat pada margarin, atau biskuit.  namun apabila sering mengkonsumsinya bisa menyebabkan resiko peradangan, penyakit jantung, dan diabetes.
  • Xhantam Gum
Adalah zat aditif yang digunakan untuk mengentalkan, meningatkan tekstur dan mengawetkan makanan, biasanya terdapat pada saus, salad, dan sirup. Beberapa penelitian mengungkapakan bahwa dengan rutin mengkonsumi xhantam bisa mengurangi kdar gula darah, dan kolesterol. Mesikipun beberpa peneleitian juga mengungkapkan bahwa mengkonsumi berlebih bsia menyebabkan gangguan pencernaan.
  • Penyedap Buatan
Adalah bahan kimia yang dibuat untuk meniru rasa makanan seperti buah, hingga makanan cepat saji. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa rasa sintesis dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pengurangan produksi sel kadar darah merah. Sedangkan rasa tertentu seperti cokelat strawberry, anggur, jeruk, atau biskuit bisa menjadi racun bagi tubuh.
  • Ekstrak Ragi
Adalah zat aditif yang terbuat dari gabungan gula dan ragi dalam suhu hangat sehingga menghasilkan bahan yang bisa digunakan untuk penguat rasa. Menurut FDA, dikakui amakn dikonsumsi.
Zat adaitif di atas merupakan yang paling sering kita temui dalam makanan olahan, dan cukup aman selama tidak dikonsumsi secara berlebihan. Untuk itu kebiasakanlah membaca label makanan sebelum memakannya.
Terimakasih. Semoga bermanfaat, dan sehat selalu.
source: Healthline. 12 Common Food Additives-Should You Avoid Them?

Komentar

Trending

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Penderita Tbc Untuk Menaikan Berat Badan

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Pengertian Keperawatan Terbaru Menurut Para Ahli