Bahaya atau Efek Samping Diet Keto Untuk Jangka Panjang

.
kementriankesehatan.com - Bagi yang ingin menjalani idet keo sebaiknya, kenali dulu bahaya tau efek samping diet keto terutama untuk jangka panjang. Diet yang dikenal menerapkan pola makan tinggi lemak, dan rendah karobohidrat telah populer di kalangan wanita, namun ada baiknya sebelum melakukannya kita ketahu dulu apa dan bahaya diet keto bagi kesehatan. Karena apabila metode satu baik untuk seseorang belum tentu baik untuk orang lain. Menurut seorang ahli, Kim Yawitz, RDN, cara ini memang cukup efektive untuk menurunkan berat badan hingga 10 pound dalam waktu satu sampai beberapa minggu, meskipun beberapa diantaranya adalah berat air.
"bahaya diet keto"
source: pixabay
Menurut European Journal of Clinical Nutrition, apabila seseorang melakukan diet keto, maka orang tersebut akan mendapatkan 70-80% kalori dari lemak, 20% dari protein, dan hanya 5% dari karbohidrat. Pola makan yang diterapkan sangat ketat karena tidak boleh makan lebih dari 50gram karbohidrat. Bagi orang yang terbiasa menjadikan karbo sebagai makanan pokok seperti nasi mungkin akan kesulitan.
Apabila anda memang ingin melakukannya, sebaiknya kenali dulu tubuh anda, dan apa bahaya yang mungkin bisa terjadi apabila memutuskan melakukan diet keto:
Baca Ya:
Memahami Diet, Cara Alami Turunkan Berat Badan
  • Kehilangan masa otot secara drastis
Sebuah studi menunjukan bahwa orang yang melakukan diet keto akan kehilangan masa otot sebab protein dan lemak saja dinilai tidak efektif dalam pemebentukan masa otot. Akibatnya, bisa menyebabkan tubuh menjadi lemah, tidak kuat mengangkat barang, hingga pincang.
  • Merusak, dan menyebabkan batu ginjal.
Sebuah penelitian menunjukan bahwa dari 195 anak yang melakukan diet keto untuk pengobatan epilepsi, 13 diantaranya memiliki resiko tinggi terkena batu ginjal. Seroang ahli diet menuturkan apabila banyak mengkonsumsi daging olahan setiap harinya bisa menyebabkan batu ginjal hingga asam urat. Jadi sebelum melakukannya, pastikan dulu ginjal sehat.
  • Resiko hiplokemia
Karbohidrat berperan penting dalam mengontrol gula darah bagi penderita diabetes. Walaupun diet keto mampu mengendalikan kada HbA1C, pola makan dalam diet ini juga bisa menyebabkan resiko hipoglikemia, yang berbahaya bagi penurunan gula darah. Karena itulah beberapa dokter ragu menbolehkan pasien diabetes tipe satu untuk melakukan diet keto.

Sedangkan untuk penderita diebtestipe 2, walaupun dinilai aman, namun masih ada resiko terkena penyakit gula darah rendah. Untuk itu sebelum melakukannya sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
  •  Hasil tidak permanen
Penurunan berat badan yang cepat hingga puluhan pound dalam beebrapa minggu tidak akan bertahan lama apabila kembali ke kebiasaan sebelumnya, dan karena penruunannya ada pada kadar air.
  • Dehidrasi dan kehilangan elektrolit
Makanan favorit otak adalah glukosa yang didapatkan dari karbohidrat. Akibat pola makan diet keto yang rendah karbohidrat, maka secara otomatis, otak akan mencari sumber lain yaitu lemak. Hasilnya ginjal akan melepaskan lebih banyak elektrolit karen kadar insulin rendah. Hal lain yang bisa terjadi adalah kadar air turun karena akrbohdirat terkuras dan mengakibatkan semebelit, mual, sakit kepala, kelelahan, kram. Gejala tersebut biasanya berlangsung sebentar. Untuk itulah penting banyak minum air mineral saat diet.
  • Kekurangan Nutrisi.
Konsumsi buah, dan sayur yang rendah menyebabkan kalium yang dibutuhkan tubuh tidak cukup. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi, yang akan menyebabkan lemahnya sistem imun.
  • Gangguan pencernaan, terutama usus
Kurangnya mengkonsumsi sumber serat seperti biji-bijian yang berperan untuk memeperlancar pencernaan, bila kita kurang mengkonsumsinya maka sangat mungkin bila terjadi keluhan susah buang air atau sembelit. Efek samping lain yang sering terjadi adalah diare berminyak karena tingginya mengkonsumsi lemak.
  • Bau mulut
Para pelaku diet keto merasakan bahwa nafasnya terasa bau. Hal ini disebabkan karena aseton yang dikelaurkan paru-paru saat kondisi ketosis.
  • Penurunan hormon
Penurunan berat badan yang drastis, dan cepat disebabkan karena turunan hormon pelepas gonadrotpin, hormon pelarangsang folikel, hormon luteinizing, estrogen, dan progesteron.
  • Sodium darah turun
Orang yang menjalani diet keto akan kehilangan natrium, dan elektrolit dalam urin karena pengurangan insulin. Kekurangan natrium bisa menyebabkan efek lesu, bingung, kejang, hingga koma.
  • Kolesterol tinggi dan penyakit jantung
Karena diet keto tidak memabatasi lemak jenuh, ataupun trans. Akibatnya tanpa sadar kolesterol tinggi dan berakibat apda penyakit jantung. Untuk itulah perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi lemak, sebaiknya lemak sehat seperti dari nabati.
Nah sekarang kita sudah tahu bahaya atau efek samping yang mungkin terjadi apabila menjalankan diet keto. Orang yang sudah memiliki riwayat kolesterol tinggi, penyakit jantung, hingga diabetes akan lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Sekian, semoga bermanfaat, dietnya sukses, dan sehat selalu.
source : Everydayhealth. The 11 Biggest Keto Diet Dangers You Need to Know About. Diakses pada tanggal 13 Januari 2019 pada pukul 18:00 WIB

Komentar

Trending

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Beruang Bagus Untuk Penderita Tbc (Pengalaman)

Penderita Tbc Boleh Minum Susu Sebelum atau Setelah Minum Obat? (Pengalaman Pribadi)

Susu Penderita Tbc Untuk Menaikan Berat Badan