Kenapa Obesitas Dapat Menyebabkan Diabetes

.
kementriankesehatan.com - Kenapa obesitas dapat menyebabkan diabetes tipe 2, hal ini karena jumlah kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar. Apabila hal ini berlangsung bertahun-tahun, maka kan menyebabkan penimbunan jaringan lemak di bawah kulit, dampaknya menghambat kerja insulin, dan bisa mengakibatkan resisten. Karena itu, glukosa tidak dapat diangkut ke dalam sel dan menimbun di dalam pembuluh darah, maka terjadilah peningkatan gula darah.
"obesitas penyebab diabetes"
CC : pixabay
Selain itu juga bisa menyebabkan lipsis, atau pemecahan lemak, keadaan diamana otot bergaris tidak dapat memakai asam lemak, dan mengakibatkan penumpukan lemak, dan resisten insulin, maka tak heran bila dari orang gemuk tidak hanya terkena diabetes saja, namun berlanjut ke penyakit jantung, stroke, dan gangguan pembuluh lain.
Lebih dari 1 miliar orang gemuk, dan 300 juta termasuk dalam obesitas. Kegemukan kini sudah dianggap sebagai penyakit yang berdampak pada psikologis, dan psikososial. Sebab bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Untuk itu bagi yang memiliki BB berlebih, perlu menurunkannya, agar menjadi ideal, sebab hal itu akan mengurangi resiko terkena penyakit.
Hubungan anatara obesitas dengan diebetes mencakup banyak faktor, anatar lain. 
1. Distribusi lemak di dalam tubuh 
2. Perubahan metabolisme lemak, dan otot. 
3. Peningkatan karbohidrat dan lemak
Adapun hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah, dan mengurangi resiko diabetes.
  • Turunkan berat badan. 
Pasien obesitas dengan diabetes selain disarankan untuk rajin mengontrol glukosa darah, namun juga dibarengi dengan penurunan berat badan, demi mencegah resiko komplikasi. Apabila menggunakan obat penurun berat badan, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebab beberapa obat bisa menyebabkan peningkatan kadar glukosa. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain, diet, olahraga, atau mengubah gaya hidup. 
Beberapa tindakan yang biasa dilakukan.
-Jika Anda memiliki berat badan dengan BMI 25-26,9 dianjurkan untuk diet, olahraga, dan mengubah kebiasaan. 
-Jika berat badan Anda dengan BMI 27 atau lebih, pengobatan ditambah dengan pemberian obat-obatan. 
-Jika berat badan dengan BMI 35, disarankan tindakan bedah.
Baca Ya :
Cara Menghitung Berat Badan Ideal, Kurus, dan Obesitas dengan BMI
Hal ini tidak berlaku pada ibu hamil, karena akan mengganggu pertumbuhan janin, maka yang pedlu dilakukan adalah menjaga berat badan.
Beberapa manfaat yang bisa diraih apabila menurunkan berat badan, antara lain: 
-Memperbaiki tekanan darah 
-Menurunkan lemak darah 
-Memperbaiki metabolisme glukosa 
-Menurunkan Kemungkinan diaebtes 
Beberapa cara menurunkan berat badan untuk penderita diebetes 
  • Ubah Gaya Hidup 
Menurunkan berat badan yang sehat tidak ada yang instan, memerlukan waktu, kesabaran, dan yang paling penting kedispilinan. Pikirkan, atau catatlah makanan yang selama ini anda makan. Lalu rutinlah mengecek berat badan, apabila berat bdan terus naik. Berarti ada yang salah dengan pola makan kita. Apakah serirng ngemil setelah makan, sebelum makan, atau sebelum tidur? Catat juga berapa kali berolahraga dalam sebulan? Apakah selama ini kurang gerak? 
  • Diet 
Diet rendah kalori, dan tinggi serat diperlukan, selian melakukan oleharaga. Sehingga terjadi keseimbangan antara pemasukan, dan pembakaran kalori. Hindarilah alkohol, karena memiliki kalori tunggi, dan kurang nuytisi. Beberapa makanan yang disarankan anatara lain : buah, sayur, biji-bijian, maknan rendah lemak, ikan, unggas, daging yang kurus. Diutamakan diet kaya buah dan sayur.
Baca Ya :
  • Olahraga 
Jika melakukan olahraga secara teratur, maka akan membakar kalori secara teratur, sehingga bisa menurunkan bera badan, menurunkan lemak, glukosa darah, memperbaiki resistensi insulin, dan memperbaiki peredaran darah.  Minimal lakukanlah 20 menit olahraga dan lakukan 3X seminggu. 
  • Obat 
Jika telah melakukan diet dan olehargaa secara teratur tidak membuahkan hasil yang memuaskan, maka diperlukan obat untuk menurunkan berat badan. Bagi penderita obesitas, terdapat dia kelompok: obat yang bekerja di usus, dan menghambat penyerapan lemak, serta kalori, dan obat pengatur nafsu makan. 
Pemberian obat bukan berarti kemudian tidak melakukan diet, dan olahraga. 
  • Pembedahan 
Apabila memiliki berat bdan sangat berlebih, atau BMI lebih dari 35, upaya diet, olahrgaa, serta obat tidak memberikan hasil yang signifikan, sehingga perlu melakukan pembedahan. Bisanya akan dilakukan pmotingan usus, namun ada juga yang melakukan klem pada lambung, serta penyedotan lemak.
Demikian, Semoga bermanfaat, dan sehat selalu.

Komentar

Trending

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Penderita Tbc Untuk Menaikan Berat Badan

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Pengertian Keperawatan Terbaru Menurut Para Ahli