Jangan Tertipu Kontraksi Palsu, Inilah Tanda-Tanda Akan Melahirkan

.
kementriankesehatan.com - Salah satu tanda dari tanda-tanda akan melahirkan adalah kontraksi. Umumnya bayi akan lahir setelah 40 minggu. Mendekati hari itu, akan mengalami kontraksi. Namun tidak semua kontraksi yang dialami adalah tanda akan melahirkan. Untuk itulah seorang ibu harus mengatahui kontraksi yang sebenarnya, yang diantaranya bisa diketahui lewat frekuansinya, lamanya, dan letaknya.
Ada tiga jenis kontraksi, diantaranya:
"tanda-tanda akan melahirkan"
CC: flickr
1.  Kontraksi Palsu
Apabila seorang ibu hamil mengalami kontraksi dalam beberapa jam, namun tidak ada pembukaan pada leher rahim itu artinya mengalami kontraksi palsu. Kontraksi ini biasanya terjadi secara tidak teratur, misal 10 mnit kontraksi, kemudan 30 menit kemudian kontraksi, dan bertamah panjang, rasa sakit dan mual semakin lama jug menghilang. Hal ini disebabkan bayi banyak bergerak, namun hanya sebentar.
2. Kontraksi Braxim Hick
Kontraksi ini mirip dengan kram saat datang bulan, dan biasanya disebabkan karena rahim mengencang lalu mengendor lagi secara tidak beraturan. Kontraksi akan terasa sakit apabila bayi berubah posisi dengan kepala ke bawah. Jika hal ini tejadi cobalah untuk merubah posisi. Misal bila sedang duduk, cobalah berdiri, bola sedang berdiri cobalah tiduran dst.
3. Kontraksi Sebenarnya
Kontraksi ini biasanya terjadi di seluruh bagian rahim sehingga terasa sakit yang perlahan-lahan membuka leher rahim hingga akhirnya bayi keluar.
Tanda-tandanya antara lain
  • Frekuensi kontraksi teratur misal sepuluh menit sekali. Atau semakin sering dan bertambah kuat.
  •  Rasa nyei di bagiang puggung bawah yang kemudian menyebar ke perut, hingga kaki.
  • Mincul vlek meah mida di bagian vagina.
  • Rasa mulas yang amat sangat.
  • Keluar cairan lewat vagina dengan bau manis, berwarna pucat, dan bergaris darah yang menandakan ketuban pecah. Cairan ini terus keluar hingga proses melahirkan selesai.
Apabila kelak mengalami hal di atas segera hubungi dokter/kunjungi rumah sakit terdekat.
Semoga bermanfaat, dan sehat selalu.
referensi : 1. Fitria Cakrawati S.SoS., MM. dr Suwign Siswosuharho Sp.OG., M.Kes. 2010. Jakarta: Penebar Plus. Panduan Super Lengkap Hamil Sehat.

Komentar

Trending

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Beruang Bagus Untuk Penderita Tbc (Pengalaman)

Penderita Tbc Boleh Minum Susu Sebelum atau Setelah Minum Obat? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu