Diabetes Melitus, Gejala, Penyebab, dan Sejarahnya

.
Apa itu diabetes
kementriankesehatan.com - Diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh kelebihan kadar glukosa, baik karena pola makan, maupun glukosa yang diproduksi hati. Penyakit ini sering disebut kencing manis, karena sempat dilakukan penelitian bahwa kencing penderitanya dikerubungi semut.

"diabetes melitus"
source: pxhere
Berikut beberapa data yang kami peroleh.
-Pada tahun 2007, penderita diabetes mencapai 230 orang. Diperkirakan akan meningkat 350 juta orang pada tahun 2025.
-Sekitar 10% penduduk di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya adalah penderita diabetes.
-Penyebabab kematian no 4 di dunia. Setiap tahun ada sekitar 3,4 juta orang meninggal dunia karena penyakit ini. Bila diibaratkan, ada 1 orang meninggal dunia setiap 10 detik.
-Penyebab amputasi kaki paling tinggi selain kecelakan.
-Penyebab kebytaan paling utama pada orang dewasa, serta pernyakit jantung korononer akibat oembuluh darah rusak 2 kali lipat.
-Komplikasi pada mata, ginjal, dan jantung.
Banyak orang yang tidak sadar dirinya terkena dibates. Dari 16 juta orang di Amerika, 7 juta diantaranya baru sadar setelah mengalami komplikasi organ. Hal ini disebabkan tidak adanya keluhan selama beberapa tahun.
Penyebab atau faktor diabetes, antara lain
-Usia di atas 40 tahun.
-Riwayat turunan
-Obesitas
-Pola makan buruk
Yang perlu diperhatikan bukan bagaimana seseorang terkena diabetes. Namun bagaimana ia bisa menjaga pola hidup yang baik sehingga bisa tetap sehat.
Berapa kadar gula darah yang normal?
Kadar glukosa darah biasanya naik turun setiap harinya tergantung makanan yang dikonsumsi, dan aktivitas seseorang. Untuk mengetahui kadar glukosa normal, dilakukan dengan cara berpuasa terlebih dahulu. Bila puasa semalam, kadar glukosa normal 70-110 mg/dl. Ibarat  satu sendok teh dalam satu galon air.
Apabila 2 jam seudah makan normalnya sekitar 200 mg/dl.
Sejarah
Diabetes ditemukan di Mesir pada tahun 1550 SM. Walaupun telah 2000 tahun, namun baru 100 tahun terakhir kita bisa tahu cara mengobati dan mencegahnya. Sebelum ditemukan insulin, penderita diabtes tipe 1 tidak dapat bertahan lebih dari 1 tahun.
Untungnya pada tahun 1921 Dr. Fedreick G. Banting menemukan insulin bersama asissten mahasiswanya. Namun kemudian para ahli menyadari bahwa insulin saja tidak cukup untuk menyebuhkannya. Sebab insulin cenderung mempertahankan hidup penderita, dengan cara menyuntikannya seumur hidup. Dan dosis serta waktu kerjanya hanya sebentar. Baru pada tahun 1930, ditemukan insulin untuk jangka waktu sehari penuh.
Berkembangnya kemajuan dan penelitian itu menyebabkan beragamnya jenis insulin, sehingga memudahkan penanganan penderita diebetes tipe 1 dan 2.
Mengenali Diabetes
Dalam darah kita terdapat gula yang disebut glukosa, yang didapat dari dua cara yaitu makanan, dan yang diproduksi oleh hati. Glukosa merupakan sumber energi yang utama bagi sel tubuh. Nah supaya dapat menjalankan fungsinya dengan baik, diperlukan insulin. Sehingga dengan begit karena kerjanya maksimal, glukosa banyak diserap, maka kadarnya bisa turun.
Sedangkan pada penderita diabetes, ada gangguan keseimbangan antara transportasi glukosa menuju sel, yang disimpan dan dikeluarkan hati. Hal ini mengakibatkan, kadar glukosa dalam darah meningkat, dan keluar melalui urin. Sehingga penderitanya sering pipis banyak kencing.
Penyebab Diabetes
Untuk menghindari terjadinya komplikasi, maka perlu dilakukan pendektesian diabetes sejak dini. Salah satunya dengan mengetahui apa saja penyebab diabetes.
1. Keturunan
Pendeteksian, atau rambu-rambu diabetes secara keturunan sangat penting untuk mendeteksi sedini mungkin. Sekitar 50% penderita diabetes tipe dua memiliki orangtua yang juga menderita diabetes.
2. Obesitas
Kegemukan adalah faktor yang cukup tinggi seorang terkena diabetes, bahkan melonjaknya angka penderita ini disebabkan karena obesitas. Faktanya 8 dari 10 penerita tipe 2 adalah mereka yang gemuk. Kenapa? Sebab banyak jaringan lemak, yang mengakibatkan resisten terhadao kerja unsulin, terutma bila lemak menumpuk di perut.
Apabila melakukan diet untuk menurunkan berat badan, glukosa akan menurun, dan pankreas bekerja normal. Tidak hanya diet, bia dengan mengubah gaya hidup, atau olahraga.
Baca Ya :

3. Metabolic Syndrom
Menurut WHO, dan NCEP ATP III metabolic syndrome adaah mereka yang memiliki kelainan tekanan darah tinggi lebih dari 160/90 mmHg, obesitas sentral dengan BMI diatas 30, lingkar pinggang lebih dari 102 untuk pria, dan lebih dari 88 untuk wanta. Gaya hidup akibat perkembangan zaman yang menyebabkan seorang kurang bergerak berdampak pada resiko besar terkena diabetes, hipertensi, obesitas, stroke, nyeri sendi hingga jantung.
4. Kurang Berolahraga
Karena kurangnya gerak menyababkan tidak maksimalmnya pembakaran terhadap glukosa yang akan dijadikan energi. Sehingga tak heran bila resiko diabtes tipe 2 bisa turun sampai 50 persin karen olahraga.
Masa otot yang bertambah kaibat olahraga, menyebabkan glukosa lebih banyak diserap otot. Jadi masuk akal bila orang yang sudah tua terkena diebets tipe dua akibat tidak pernah olahraga.
5. Penyakit Lain
Penyebab diabetes bisa juga disebabkan karena hipertensi, gout/asam urat, radang sendi, penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah perifer, atau infeksi kulit yang berulang.
6. Usia
Umur bisa menyebabkan diabets disebabkan pankreas yang tidak berfungsi maksimal.  Namun, akhir ini karena banyaknya anak yang terkena diabetes, kemungkinan terkena bagi remaja juga tinggi.
7. Riwayat Diabetes Pada Kehamilan
Diabetes yang terjadi akibat kadar hormon yang tidak normal ini, walaupun biasanya hilang setelah melahirkan. Ternyata 50% di anataranya terkena penyakit ini di kemudian hari. Untuk itulah perlu diperiksa kadar darahnya secara rutin. Akibat dari ini, ibu hamil akan melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 Kg.
8. Infeksi
Ternyata diabetes tipe 1 yang menyerang anak, seringkali didahului dengan infeksi flu atau batuk berulang-ulang. Hal ini diakibatkan infeksi virus mumps dan coxsackie, yang merusak sel pankreas.
Keluhan yang dirsaakan biasanya merupa kondisi merosot, kejang hingga koma karena kadar glukosa tinggi.
9. Stress
Apabila seseorang sters yang diakibatkan oleh trauma atau lainnnya, menyebabkan hormon counter-insulin atau yang bekerja berlawanan dengan insulin lebih akibat dan mengakibatkan glukosa darah meningkat.
10. Pemakaian Obat-Obatan
Konsumsi obat-obatan yang tepat seharusnya bisa mengurangi kadar glukso, namun apabila asal meminum obat, atau mengkonsumsi obat selain diabetes sebaiknya berkonsultai dengan dokter terlebih dahulu.
Contoh obat yang bisa menyebabkan meningkatnya glukosa antara lain.
Hormon steroid seks, seperti Testoteron, Progesteron, dan Pil KB.
Diuretik dosis tinggi, seperti HCt, Lasix, Beta Blocker, seperti propanolol, atenolol,dan metiprolol, penurunan kadar kolesterol seperti niacin, dan berbagai obat lain dengan jenis tertentu yang biasanya digunakan untuk mengobati, tbc, anti hib, hormin tiroid, jantung, asma, hingga penenang.
Gejala Diabetes
"diabetes melitus"
source: commons.wikimedia
Kebanyakan orang yang baru tahudirinya terkena kencing manis, kaget, bagaiamana bisa? Hal ini disbabkan keluhan, dan gejala berjalan lambat. Bahkan tidak dirasakan, serta bervariasi tergantung organ yang terkena. Sehingga baru disadari setelah terjadi komplikasi.
Dua gejala diabets yang sering terjadi adalah, sering kencing, dan sangat haus. Berikut penjelasannya.
-Banyak Kencing
Hal ini disebabkan ginjal tidak mampu lagi menyerap glukosa darah, dampaknya glukosa akan menarik air keluar dari jaringan, dan pada akhirnya menjadi sering kencing, dan kadang dehidrasu
-Sering Haus
Akibat sering kencing tersebut, ari banyak keluar, dan untuk menghindari dehidrasi tubuh akan sangat memerlukan air, dan menyebabkan rasa sangat haus. Apabila yang diminum adalah softdrink, hal ini akan meningkatkan kadar glukosa darah, dan menyebabkan komplikasi akut
-Berat Badan Menurun
Kebanyakan penderita diabetes tipe 1, dan 2 memang memiliki berat badan gemuk, namun lama kelamaan akibat otot tidak mendapatkan cukup glukosa untuk tumbuh dan mendapatkan energi, dan mengakibatkan penurunan berat badan.
-Flue dan lemah.
Seroang yang terkena diabetes akan merasa flue, lelah, lemah hingga nafsu makan menurun. Hal ini disebabkan gula bukan lai sumber energi, karena glukosa tidak diangkut ke sel untuk dijadikan energi. Kekurangan energi inilah yang berdampak pada rasa lelah.
-Mata Kabur
Apabila glukosa darah tinggi, akan meneraik carian dalam lensa mata, dan mengakibatkan lensa menjadi tipis. Dan hal ini berakibat penglihatan menjadi kabur. Ini juga penyebab kenapa penderita diabetes sering bergonta-ganti lensa mata, akibat glukosa anik turun.
-Luka Sukar Sembuh
Disebabkan infesksi yang hebat, kuman, dan jamur yang mudah tumbuh dalam gula darah yang tinggi,  aliran darah tidak lancar dan menghambat penyembuhan luka, serta kerusakan saraf.
-Rasa Semutan
Keluhan yang paling banyak dialami yaitu rasa semutan pada tangan dan kaki.
-Gusi Merah dan Membengkak
Rongga mulut menjadilemah terhadap infeksi, maka gusai membengkak, dan kemerahan.
Kulit Terasa Kering dan Gatal
-Mudah Kena Infeksi
Sel darah putih yang biasanya dipakai untuk melawan infeksi tidak dapat berfungsi dengan baik, dan mengakibatkan rentan terkena infeksi
-Gatal Pada Kemaluan
Infeksi yang disebabkan jamur menyukai kondisi glukosa tinggi. Vagina menjadi mudah terkena infeksi, mengeluarkan cairan kental putih, kekuningan dan gatal.
Demkian, semoga bermanfaat, dan sehat selalu.
Daftar Pusataka:
Tandra, Hans. 2007. Segala Sesuatu yang harus Anda ketahui tentang DIABETES Panduan Lengkap Mengenal dan Mengatasi Diabetes dengan Cepat dan Mudah. Jakrta: Gramedia Pustaka Utama.

Komentar

Trending

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Penderita Tbc Untuk Menaikan Berat Badan

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Pengertian Keperawatan Terbaru Menurut Para Ahli