Cara Melahirkan Anak Paling Baik, No 4 Resiko Kematian Hanya 2 Persen

.
kementriankesehatan.com - Saat memasuki trisemester ketiga, seorang ibu hamil harus sudah menentukan rumah sakit tempat bersalin, dan memilih cara melahirkan anak-nya, walaupun pada akhrinya, keputusan ada di tangan dokter, sebab metode mana yang digunakan harus melalui berbagai pemeriksaan yang panjang. Keputusan cara melahirkan yang diambil oleh doketer demi kesehatan, dan keselamatan sang ibu dan calon buah hati. Berikut berbagai macam cara melahirkan: persalinan normal, persalinan tanpa rasa nyeri, persalinan dalam air, hingga persalinan caesar.
"cara melahirkan anak"
CC: flickr
1. Persalinan Normal
Adalah metode persalinan tanpa obat-obatan, alat-alat canggih, hanya dilakukan dengan kekuatan mengejan sang ibu agar bayi bisa lahir.
2. Persalinan Tanpa rasa Nyeri
Jika Anda baru pertama kali melahirkan bisa dicoba cara ini. Metode ini merupakan persalinan normal yang disertai dengan obat-obatan penghilang rasa nyeri.
Dahulu pernah dilakukan oleh ratu victoria di Inggris saat melahirkan putranya Leopol 1847 dengan menggunakan obat bius hirup. Sedangkan saat ini menggunakan teknik ILA dan WELA.
Intrathecal Labour Analgesia (ILA) adalah teknik persalinan menghilangkan rasa nyeri dengan menyuntikan obat pada punggung bagian bawah dengan sekali suntik mengggunakan jarum yang kecil.
Sedangkan Walking Epidural Lumbar Analgesia (WELA) adalah teknik persalinan tanpa rasa nyeri dengan memasukan selang yang diletakan di punggung lalu diberikan obat-obatan. Walau begitu ibu masih tetap bisa menggerakan kaki dan mengejan.
3. Melahirkan dalam Air (Waterbirth)
Metode ini mulai dikenal di indonesia pada tahun 2006. Metode ini menguntungkan sang ibu karena tidak merasakan rasa nyeri. Sebab saat di dalam air hangat, aliran darah lancar, dan otot terelaksasi sehingga menyababkan tubuh akan merasa rileks, menghasilkan endropin yang menghambat rasa sakit. Bibir vagina juga menjadi lebih elastis.
Metode ini biasnya tersedia di rumah sakit besar. Namun cara ini tergolong mahal. Caranya seorang ibu masuk ke dalam air hangat yang steril di sebuah kolam khusus melahirkan.
4. Operasi Cesar
"cara melahirkan anak"
CC: commons.wikimedia
Operasi cesar adalah melahirkan bayi dengan cara membedah bagian perut. perut. Dan metode ini digunakan pada situasi tertentu. Penentuan metode ini ada tiga indikasi, indikasi ibu, anak, dan waktu.
Indikasi ibu contohnya, tak ada kemajuan dalam pembukaan, pemutaran kepala serta penipisan jalan lahir. Indikasi anak contohnya anak dalam keadaan bahaya, menyebabkan resiko kematian bila tidak segera dilahirkan. Indikasi waktu contohnya persalinann yang memakan waktu 24 jam.
Meskipun operasi cesar sangat populer, sebab tidak perlu mengejan, dan merasakan rasa nyeri, namun ada beberapa efek samping salah satunya, pemulihan pasca operasi lebih lama, sehingga mempengaruhi peran sang ibu dalam merawat sang bayi. 
Sebenarnya metode ini masuk pada abad 19 dan berkembang sampai sekarang. Dan dengan jalan ini telah mengurangi tingkat kematian ibu dan anak dari 100% menjadi 2%.
  • Bolehkah Semua Ibu Hamil Melakukan Operasi Cesar
Persalinan dengan cara ini hanya boleh ditentukan oleh tim medis, setelah melalui berbagai macan pemeriksaan. Salah satunya apabila ada bahaya yang mengancam keselamatan ibu dan anak jika tidak segera dilahirkan.
Beberapa hal yang tidak membolehkan seorang ibu hamil melakukan operasi cesar antara lain, riwayat diabetes, HIV, dan penyakit jantung.
  • Cara Kerjanya
Operasi cesar biasanya menggunakan bius epidural atau spignal, sebab dengan metode ini sang ibu tetap masih bisa sadar dan menggendong sang bayi. Namun pandangan akan dihalangi oleh tirai sehingga tidak bisa melihat jalannya operasi.
  • Tahap-tahapnya antara lain.
  - Sang ibu akan disuntuk pada bagian vena sekitar 1-2 liter untuk membantu proses persalinan.
  - Seorang ibu hamil akan disuruh berbaring miring, sembari melengkung atau melekukan tubuh agar ruas-ruas tulang belakang terbuka lebar. Dengan cara mempertemukan dagu dengan dada, dan lutut dengan perut. 
  - Obat bius akan disuntikan pada ruas tulang belakang. Biasanya terasa sakit. Obat ini yang paling aman untuk ibu dan anak sebab resiko bahaya berupa tekanan darah mendadak hanya 1-2%.
Selain itu ada beberapa resiko yang ditimbulkan sang ibu, dan sang bayi, diantaranya:
  • Resiko Psikis Jangka Pendek Pada Sang Ibu
  - Infeksi bekas jahitan
Luka pada persalinan cesar viasanya besar dan berlapis berbeda dengan persalinan normal yang kecil. Jadi bisa dijahit 7 kali. Dan bukan tidak mungkin apabila terjadi infeksi akan dijahit ulang.
  - Infeksi rahim
Hal ini terjadi jika sang ibu sudah pernah infeksi sebelumnya seperti pernah pecah ketuban.
  - Cedera Pembuluh Darah
Pisau dan gunting yang digunakan untuk operasai beresiko memotong pembuluh darah. Sebab darah yang keluar saat operasi cesar lebih banyak daripada persalinan normal.
  - Cedera Kandung Kemih
Kandung kemih terletak pada dinding rahim. Apabila operasi tidak hati-hati maka bisa memotongnya. Dan diperlukan operasi lanjutan untuk memperbaikinya.
  - Perdarahan
Darah yang keluar saat operasi cesar duakali lipat dari operasi biasa. Hal ini bisa menyebabkan sang ibu kelurangan darah.
  - Kematian
Telah dilakukan penelitan bahwa resiko kematian operasi cesar lebih tinggi dari persalinan normal.
  • Resiko Psikologis Jangka Pendek
  - Masalah Psikologis
Beberapa penelitian menunjukan bahwa sebagian ibu yang melakukan operasi cesar mengalami trauma atau depresi pascaoperasi. Hal ini bisa dalam bentuk mimpi buruk atau rasa bersalah pada sang bayi.
  - Pelekatan Organ Dalam
Akibat dari operasi yang tidak bersih bisa menyebabkan melekatnya noda darah. Hal ini bisa menyebabkan sakit panggung, masalah usus besar, serta nyeri saat melakukan hubungan sex.
  - Pembatasan Kehamilan
Seorang ibu yang pernah melahirkan cesar biasanya hanya boleh melahirkan tiga kali, namun karena berkembangnya teknologi bisa sampai 5 kali. Meskipun begitu resiko dan komplikasinya juga semakin tinggi.
  • Resiko Persalinan Selaniutnya
  - Sobeknya Jahitan Sebelumnya
Saat operasi cesar terdapat tujuh jahitan. Jahitan ini bisa sobek pada operasi selanjutnya.
  - Bayi Tersayat
Jika air ketuban habis, menyebabkan volume ruang rahim menyusut, dan mengakibatkan ruang gerak bayi terbatas, sehingga kemungkinan terjangkau pisau tinggi.
  - Pernapasan Bayi
Bayi yang melaui operasi cesar cenderung memiliki pernapasan tidak normal, terlalu cepat dan tidak teratur.
Berikut resiko yang mungkin terjad bagi ibu dalam jangka pendek diantaranya :
  - Merasakan mual, dan muntah hingga menggigil.
  - Kehilangan emosi.
  - Gangguan pada pernapasan.
  - Kejang-kejang
  - Pusing
Berikut resiko yang mungkin terjadi bagi ibu dalam jangka panjang diantaranya :
  - Mengalami komplikasi sistem saraf.
  - Bagian belakang tubuh terasa sakit, hal ini bisa menjadi penyakit menahun.
  - Kehilangan kendali buang air kecil atau besar, atau sakit bila sebentar saja ditahan.
  - Kehilangan sensasi sex.
  - Kadang merasa seperti tertusuk jarum.

Komentar

Trending

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Penderita Tbc Untuk Menaikan Berat Badan

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Pengertian Keperawatan Terbaru Menurut Para Ahli