Kenapa Memilih Jurusan Kedokteran?

.
kementriankesehatan.com - Saat SMA, banyak yang bertanya-tanya kalau udah lulus, terus lanjut kuliah mau lanjutin jurusan apa? Banyak para wanita yang ingin masuk ke jurusan kedokteran. Lalu jurusan kedokteran itu apa sih? Kedokteran adalah ilmu yang mempelajari penyakit, cara penyembuhannya, dan segala yang terkait dengan kesehatan. Pelaku yan menerapkan ilmu kedokteran disebut dokter.
"Kenapa Memilih Jurusan Kedokteran?"
source: pixabay
Menurut KBBI, dokter adalah lulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatan.
Sedangkan menurut WHO (World Health Organization), dokter adalah seorang tenaga kesehatan yang menjadi tempat kontak pertama pasien (orang sakit) untuk menyelesaikan semua masalah kesehatan yang dihadapi tanpa memandang jenis penyakit, usia, dan jenis kelamin. Penanganan dengan sedini dan secepat mungkin secara menyeluruh paripurna dan berkesinambung, dan dalam koordinasi serta kolaborasi dengan profesioanal kesehatan lain (bidan, perawat, farmasi dan lain-lain) dengan menggunakan prinsip pelayanan yang efektif dan efisien serta menjunjung tinggi tanggung jawab profesional.
"Kenapa Memilih Jurusan Kedokteran?"
Ternyata untuk bisa mendapatkan gelar dokter butuh waktu yang tidak lama; 6 setengah tahun.
Dalam waktu 4-5 tahun mahasiswa memepelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan kedokteran dengan membaca literatur, diskusi, telaah jurnal, bedah hingga melakukan praktik-praktik dokter pasien. Namun pada tahap ini, artinya setelah lulus dan mendapatkan gelar S, Ked, belum bisa disebut Bu dokter atau Pak Dokter, apalagi Mba Dokter, atau Mas dokter. Mereka harus melanjutkan 1,5 tahun lagi masa pendidikan di rumah sakit yang biasanya dijuluki dokter muda. Nah setelah itu baru diwisuda lagi, dan mendapatkan gelar dr. (dokter)

Berikut alasan kenapa memilih jurusan kedokteran.
1. Dihormati Masyarakat 
Seorang yang kuliah dijurusan kedokteran biasanya akan dihormati oleh masyarakat karena nantinya akan menjadi dokter yang tentu saja mengabdi pada masyarakat, membantu mereka dengan mengobati penyakit.
2. Kedokteran Mendekatkan Diri Pada Tuhan 
Dalam dunia kedokteran, selalu membahas tentang penyakit, bakteri, hingga virus baik yang telah atau belum ada obatnya, hal itu menyebabkan kita bersyukur telah diberi kesehatan. Menyebakan kita terus mengingat Tuhan, karena penyakit yang bisa datang kapan, dan darimana saja.
3. Time Is Life 
Dalam dunia kedokteran waktu adalah kehidupan, semakin cepat pasien di tangani maka akan semakin besar kemungkinan sembuhnya. Dokter dituntut untuk disipilan dalam mengolah waktu.
4. Mengharagai Kesehatan 
Karena seringnya kita membahas tentang penyakit menyebabkan kita lebih menghargai kesehatan. Akan lebih banyak ilmu yang didapat tentang bagaimana menjaga kesehatan dari ahlinya, atau literatur. Betapa kesehatan itu sangat penting.
5. Peluang Pekerjaan Luas 
Tenaga kerja dokter dibutuhkan tidak hanya di rumah sakit, namun juga di puskesmas, bahkan selain kerja di kedua tempat tersbeut bisa membuka praktik di rumah, misalkan di hari sabtu dan minggu. Tenaga kerja dokter juga masih kekurangan di daerah pelosok.
6. Time Is Money
Bukan hal asing lagi, bahwa biaya kuliah yang tidak sedkit ditambah jerihpayah belajar selama 6,5 tahun membuat profesi dokter dibayar dengan cukup tinggi. Namun hal itu hanyalah bonus. Jika dijadikan sebagai tujuan, akan menodai kinerja dokter. Karena kita menolong orang bukan karena kemanusian, tapi keuangan.
7. Mengobati Diri Sendiri dan Orang Lain 
Pengetahuan yang didapatkan di kuliah, akan membuat kita mandiri dalam mengahdapi penyakit yang kita derita. Tentu saja dengan izin Tuhan. Dan bila ada orangtua atau saudara dekat sakit, bahkan anak kita sendiri akan lebih cepat ditangani sedini mungkin.
Lalu jika kita memang ingin sekali/memang passion ada di kedokteran, apa yang harus dipersiapkan.
1. Mental 
Seorang yang akan masuk jurusan kedokteran harus siap belajar, bahkan haus belajar, tidak boleh malas, karena belajar di kedokteran bisa dibilang belajar seumur hidup. Mahasiswa harus mengahafal struktur tubuh manusia. Seorang mahiswa tentunya tidak takut pada darah, jarum suntik, bahkan mayat yang telah direndam formalin. Dalam masa ini akan bertemu dengan dahak, air liur, air kencing, feses (tai), sperma, bakteri, virus, jamur, cacing atau teman-temannya lain yang biasanya menggelikan. Seroang mahasiswa kedokteran tidak boleh ogah-ogahan dan tidak ada toleransi karena jijik.
2. Fisik 
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya belajar di kedokteran itu pada tahap dasar butuh waktu 6,5 tahun, seorang mahsisawa harus sehat. Tidak boleh sakit. Karena dalam dunia kuliah, tidak ada kata pengulangan. Karena itu kita harus menjaga pola hidup sehat, dan istirahat yang cukup. Tidak makan-makanan yang mengandung banyak pengawet, pewarna misalkan. Juga rajin olahraga.
3. Akademis 
Untuk masuk ke dunia kedokteran seorang harus lulus dari SMA jurusan IPA, dan harus mengikuti tes masuk. Untuk itu harus ia rajin belajar.
Baca ya :
1. Rahasia Ujian Masuk, atau Seleksi Jurusan Kedokteran
Demiakan 7 alasan kenapa memilih jurusan kedokteran. Semoga bermanfaat.

Reference:
Buku Kuliah Jurusan Apa? Kedokteran, karya Wulan Mulya Pratiwi dan Welly Elvandari, penerbit Gramedia Pustaka Utama.
Untuk lebih lengkapnya, sila baca bukunya langsung.

Komentar

Trending

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Beruang Bagus Untuk Penderita Tbc (Pengalaman)

Penderita Tbc Boleh Minum Susu Sebelum atau Setelah Minum Obat? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu