Cara Ampuh Mencegah TBC, Menurut Penderitanya

.
Tentang:
kementriankesehatan.com - TBC adalah penyakit yang bisa menular secara langsung, dan cepat melalui udara dengan perantara air liur, sehingga bagi yang yang terkena, atau ada keluarga yang kena harus tahu, bagaimana cara mencegah agar tidak menulari atau tertular tbc. Ada beebrapa hal yang bisa menyebabkan bakteri berpindah yaitu berbicara secara langsung tanpa masker, bersin tidak ditutupi, atau meludah sembarangan, dan yang masih dalam perdebatan adalah makan, dan minum bekas penderitanya.
1. Masker
Bayangkan saja, ada banyak sekali orang yang kita temui, di dalam kereta, di dalam bus, di jalan, teman-teman kita, atau siapapun itu, dan dari sekian banyak orang yang kita temui dalam sehari, kita tidak tahu bahwa salah satunya terkena TBC. Saya sendiri, tiba-tiba terkena TBC. Memang, kalau dipikir-pikir siapa yang menulari akan menyulitkan, tohkalau ketemu, kita mau apa? Mereka juga akan mengatakan, tertular. Karena pandangan masyarakat yang barangkali orang yang memakai masker itu orang sakit, atau bahkan aneh, maka si penderita TBC karena malu melepas maskernya, padahal hal itu yang bisa menyebabkan penularan.

Masker sangat berguna untuk menyaraing air liur yang berterbangan di udara, sehingga tidak sampai kita hirup, selain itu juga menajaga paru-paru kita dari debu. Bayangkan saja, ada banyak orang yang batuk semabrangan atau bersin, entah siapapun itu, dan kita tiba-tiba lewat, saya kadang mengalami ini, dan orang yang batuk lupa menutupi mulutnya. Dan anda saat itu jug menghirupnya lalu tertular TBC. Semudah itu. Saran saya, bila ada orang yang batuk lalu kita lewat, atau disampingnya, dan kita kebetulan sedang tidak memakai masker, maka tutupilah mulut dan hidung kita, atau menahan nafas lalu pelan-pelan menjauhinya.

Tapi yang paling mudah tetap memakai masker jika keluar. Sedia payung sebelum hujan. Barangkali, ini hal yang sepele, namun saya menyesal, menggunakannya setelah tertular. Sekarang masih rutin memakainya.

2. Makan Teratur
Menurut petugas puskesamas yang menangani saya, beberapa saudara saya yang bekerja di puskesmas, dan brosur yang saya dapat dari puskesmas mengtakan bahwa salah satu penyebab seorang mudah terkena TBC, atau kuman TBC yang tidur aktive adalah karena sistem kekebalan tubuh kita lemah, dan lemahnya sistem kekebalan tubuh itu karena kekurangan gizi. Makan-makanan sampah, atau yang banyak bahan pengawet/kimiaberbahaya daripada kalorinya, seperti makanan instan. Salah satu hal tanda bahwa seorang mengalami mal nutrisi atau kekurangan gizi adalah mudah lapar, ia baru makan satu dau ajam yang lalu tapi lapar lagi.

Nah, karena bakteri yang bisa menular lewat udara, dengan kemungkinan tertular yang tinggi, apalagi negara Indonesia teramasuk dalam tiga besar rangking dunia. Maka makan teratur merupakan salah satu cara melindungi diri dari penyakit tersebut. Dengan makan teratur, dan bergizi, maka sistem kekebalan tubuh kita akan kuat, dan semoga bisa melawan bakteri tersebut.

3. Rutin Berjemur
Selain makan tertaur, ada cara lain dalam melawan bakteri TBC, yaitu berjemur. Tentu saja berjemur di bawah sinar matahari. Bakteri TB, akan mati bila terkena sinar matahari. Maka rutinlah berjemur di pagi hari, pada jam 7 sampai 9 pagi karena saat itu masih hangat, dan sangat pas, tidak terlalu panas. Bahkan penderit TBC, rutin berjemur di pagi hari selama setengah-satu jam. Bisa dibilang, berjemur merupakan obat alami penyakit ini.

4. Rajin Olahraga
Saya termasuk orang yang jarang berolahraga, malah bisa dibilang, tidak pernah olahraga. Dan kemudian terkena penyakit ini. Padahal olahraga yang tujuannya mengeluarkan keringat, yang dalam keringat tersebut ikut keluar racun-racun dalam tubuh sangat penting untuk kesehatan. Apalagi paru-paru kita butuh udara bersih. Dengan berjalan santai/lari pagi di tempat yang cukup rindang semisal taman, akan memanjakan paru-paru kita, melatih fisik kita, kerja jantung, dan tentunya kan berdampak pada lancarnya peredaran darah dalam tubuh kita.

5. Jangan Menggunakan Perlatan Makan yang Sama
Dalam hal ini, adalah gelas/sendok/. Misalkan saja, seorang sedang minum air putih, kemudain saking hausnya kita rampas gelas tersebut lalu kita minum. Padahal orang yang kita ambil gelasnya ternyata terkena TBC. Apa anda akan menyalahkan dia? Atau misalkan seorang sedang makan roti, dan bekas gigitan yang mengandung air liur itu mengandung bakteri TBC, dan kita tidak tahu. Atau misalkan bekar sendok yang baru digunakan mengandung air liur, dan kita meminjamnya, dan bakteri itu masuk ke dalam tubuh kita. Barangkali hal seperti itu, terutama bagi anak-anak, bukan hal yang biasa, bahkan jika seorang teman tidak berbagi minuman atau makanan yang sama akan dicemooh. Namun justru hal itulah cara yang mudah menularkan TBC.

6. Jauhi Asap Rokok
Hal ini barangkali hal yang hampir mustahil dilakukan bagi pecandu rokok. Saya sendiri seorang pecandu rokok, dan ternyata ini juga merupakan salah satu cara penularan TBC, atau bakteri TBC yang tidur jadi aktive. Saya bisa dibilang, perokok berat, setiap hari menghabiskan 20 batang rokok, kadang malah lebih. Dengan merokok, maka organ dalam kita akan cepagt rusak/kering. Ikan aja kena asap jadi ikan asap/matang. Dan saya baru berhenti meorkok setelah terkena TBC. Dan tahu-tahu paru-paru saya sudah luka. Bahkan dari beberapa penderita yang aktive merokok, juga mengatakan demikian. Mereka baru berhenti merokok setelah terkena TBC. Awal berhenti, memang agak susah. Seminggu, sampai sebulan saya merasa resah yang luar biasa, mau melakukan aktivitas rasanya tidak bisa sebelum merokok dulu. Duabulan sudah berkurang, namun setiap terbayang/melihat rokok, timbul keingin untuk mencobanya. Tiga bulan kemudian saya sudah bisa menahan diri. Dan setelah dipikir-pikir terakhir saya menghirup rokok, adalah saat batuk darah. Dan tidak enak buat rokok, setiap menghisapnya, pasti batuk, dada terasa nyeri, seperti ditusuk-tusuk, lalu kadang sesak nafas. Dan perokok sangat akrab dengan yang namanya batuk. Hampri setiap hari para perokok terkena batuk yang sebenarnya tanda bahwa paru-paru orang tersebut bermasalah. Dan biasany aia akan menganggap hal wajar, lalu seperti biasa tetap merokok, dan dari asap rokok itulah menyebarkan bakerti TBC. Bahkan andaikan tidak, ia akan merusak paru-paru orang yang ada di dekatnya.
Baca ya :
1. Pengalaman Pribadi Terkena TBC

Komentar

Trending

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Beruang Bagus Untuk Penderita Tbc (Pengalaman)

Penderita Tbc Boleh Minum Susu Sebelum atau Setelah Minum Obat? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu