Cara Ampuh Mencegah Kanker Serviks

.
kementriankesehatan.com - Kanker serviks dapat dicegah, dan juga disembuhkan apabila dideteksi sejak dini. Lalu bagaimana cara menceganya? Ada dua cara, yaitu primer dan skunder.
"cara mencegah kanker serviks"
source: pixabay
Baca juga ya:
1. Oh Karena Ini Terkena Kanker Serviks.
1. Pencegahan Primer
Pencegahan primer adalah pencegahan faktor penyebab infeksi HPV, dan juga vakisnasi.
Vaksin HPV, adalah obat yang berisi protein HPV (cangkang HPV) yang dapat merangsang pembentukan antibodi yang dapat mematikan kuman/virus penyebab penyakit yang mengandung DNA-HPV. Walaupun hal ini tidak menjamin 100%, karena hanya akan mencegah inveksi HPV tipe 16 dan 18. Menurut Prof. Harald Zur Husen, kedua jenis vaksin yang beredar saat ini yaitu cervarix, dan gardasil hanya mencegah 70% inveksi HPV yang berhubungan dengan kanker serviks.
Menurut penelitian pusat kanker di Jerman, vaksin tersebut bertahan selama 6-7 tahun, jadi setelah itu seorang harus divaksin lagi.
Vaksin diberikan dengan suntikan yang dilakukan 3 kali yaitu sekarang, bulan depanm dan bulan keenam. Suntikan biasanya dilakukan di bagian lengan, atau di paha.
Untuk permpuan yang masih perawan, dapat langsung divaksinasi,. Bagi yang sudah berhubungan sebaiknya dilakuakn pap smear terlebih dahulu untuk mengetahui apakah sudah terinveksi kanker serviks, atau belum. Karena vaksin berfungi untuk mencegah, bukan mengobati,
Efek samping yang ditimbulkan bisanya berupa nyeri dan bengkak di bekas suntikan, sakit kepala, dan mual, atau demam. Efek samping yang paling serius dan sangat jarang terjadi adalah kematian, cacat permanen. Sejak September 2009 telah dilaporkan ada 44 kematian di Amerika akibat vaksin. Ada juga laporan bahwa vaksin kanker ini membentuk pembekuan darah di jantung, paru-paru, dan kaki. Dengan demikian mereka mendapat stroke akibat kombinasi suntik vaksin dan mengkonsumsi pil KB.
Di negara Eropa dan Amerika vaksinasi diberikan mulai usia 10 tahun melalui program kesehatan dan tidak dipungut biaya. Demikian juga di Indonesia, vaksinasi dapat diberikan mulai usia 10 tahun. Paling efektive, di usia 24-25 tahun.
Di Indoneisa harga vaksin sekitar 600rb sekali suntuk, sehingga untuk mendapatkan vaksin HPV secara komplit menghabiskan 1,8jt. Tak pasti, tergantung merek vaksinnya.
Namun bila tidak mampu, bisa menerapkan pola hidup sehat. Diantaranya: 
  • Tidak berganti-ganti pasangan. 
  • Menjaga kebersihan alat kelamin. 
  • Tidak merokok 
  • Makan-makanan bergizi 
2. Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder adalah menemukan lesi prakanker yang ditemukan sehingga kelainan lesi prakanker tidak berlanjut menjadi kanker serviks. Pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan pap smear.
Dengan cara skrining, menemukan kelainan sel kanker pada tahap prakanker, akan diobati agar tidak nantinya tidak berlanjut menjadi kanker serviks. Di Indonesia, skrining yang lazim dilakukan adalah test PAP dan IVA (Inspection Visual with Acetic Acid)
Tes pap adalah salah satu bentuk mendeteksi kanker serviks, sesuai nama penemunya seorang dokter asal Yunani yang bernama DR. Georgios Papanicolau pada tahun 1943.
Tes pap dilakukan secara cepat dan serhana. Biasanya pasien akan berbaring di meja periksa, sementara dokter akan menggunakan spatula, tau sikat khusus untuk mengambil beberapa sel dari dalam dan di lapisan serviks. Sel tersebut diletakan dalam gelas yang nantinya akan diteliti di laboratorium patologi. Walaupun bisanya tidak nyeri, tes Pap mungkin terasa kurang nyaman bagi beberapa wanita. Seorang disarankan untuk melakuamn tes pap smear, 3 tahun setelah berhubungan seksual.
Demkian semoga bermanfaat.
Daftar Pustaka:
Cegah dan Deteksi Kanker Serviks, karya Dra. Hartati Nurwijaya, DR. Dr Andrijono SpoG (k), Prof.DR. H.K Suheimi SpOG (k)

Komentar

Trending

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Penderita Tbc Untuk Menaikan Berat Badan

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Pengertian Keperawatan Terbaru Menurut Para Ahli