Apa itu HIV

.
kementriankesehatan.com - Minimnya pemahaman tentang HIV menyebabkan penderitanya menjadi objek intimidasi. Padahal stigma yang selama ini kita percayai belum tentu benar, sebagian terbukti hanyalah mitos, lalu apa sih HIV itu?
"apa itu hiv"
source: flikcr
HIV yang merupakan kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, yang menyerang sistem kekebalan tubuh, dan dapat menular melalui hubungan seksual. Penyakit ini menyerang dengan membunuh sel-sel darah putih yang berperan penting sebagai antibodi, jika sistem imun orang tersebut lemah maka akan sangat mudah terserang penyakit lain.
Sedangkan AIDS yang merupakan kepanjangan dari Acquired Imunnodeficiency Deficiency Syndrome adalah HIV yang sudah parah. Tidak semua penderita HIV berkembang menjadi AIDS, karena membutuhkan waktu yang lama sampai bertahun-tahun tergantung dari daya tahan tubuh seseorang.
Sebagaian masyarakat menganggap penderitanya adalah orang-orang kotor (berdosa) padahal tidak semua. Beberapa di antaranya ibu rumah tangga yang setia hanyalah korban dari sang suami yang suka jajan di luar, atau sang anak hanya korban dari ketidaktahuan sang ibu yang ternyata terkena HIV.
Penyebaran HIV di Indonesia
Sejak dilaporkan pertama kali tahun 1987 sampai tahun 2006 terdapat 13.426 kasus terdiri dari 5.230 penderita HIV dan 8.194 penderita AIDS. Kenyataannya bisa lebih banyak lagi karena orang-orang yang baru terjangkit dan belum tahu terkena HIV, dan yang kedua karena stigma masyarakat yang buruk yang menyebabkan penderitanya enggan mengakuinya. Beberapa provinsi dengan penderita Hiv dari yang tertinggi sampai terendah diantaranya, DKI Jakarta, Papua, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bali, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Selatan. Dan pada Desember tahun 2014 lalu mencapai 150.000 orang dengan HIV positif, dan AID sekitar 55.799 ribu orang. Dari data Komisi Penangggulangan HIV, jumlah penderitanya mencapai 600.000 orang.
Perjalanan Penyakit Infeksi HIV
2-6 Minggu Pertama terjadi sindrom retroviral akut, orang tersebut biasanya akan mengalami nyeri otot, nyeri sendi, lelah, demam, ruam kulit, diare berkepanjangan hingga muncul jamur di mulut. Gejala tersebut akan hilang dengan diobatai maupun hilang sendiri. Kemudian penderita akan mengalami fase asimtomik, yang tidak menunjukan gejala apapun, sehat, dan bisa beraktivitas normal seperti biasa selama kurang lebih delapan tahun, namun pada fase ini penderita bisa menularkan virus. Setelah ini, penderita masuk pada fase simtomatik, yang berciri-ciri demam, keringat yang berlebihan, diare berkepanjangan, penurunan berta badan, flue. Pada tahap ini sistem kekebalan tubuh sangat lemah sehingga mudah sekali terserang penyakit, seperti tbc, kanker kulit, inveksi otak, dan lainnya.
Gejala-gejala HIV/AIDS
  • 1. Diare lebih dari satu bulan 
Seroang yang terkena diare biasanya karena makan-makanan pedas, bisa disembuhkan dengan makan-makanan tinggi serat seperti jambu biji, atau air rendaman daun jambu biji, dan dalam dua tiga hari akan sembuh, dengan catatan tidak makan-makanan pedas. Namun bila diare lebih dari satu bulan berturut-turut, telah meminum obat, patut dicurigai terkena HIV/AIDS.
  • 2. Berat Badan Menurun Drastis 
Karena virus hiv yang membunuh sel-sel darah putih, gizi yang didapat dari makanan yang seharusnya digunakan untuk perkembangan, dan pertumbuhan sebagain besar dialihakn untuk membentuk antibodi yang kewalahan menyerang virus. Dan hal itu menyebabkan berat badan menurn drastis. Bila memang makan seperti biasa, 3x sehari, dan bergizi. Namun berat badan menurun jauh sebaiknya segera cek ke puskesmas.
  • 3. Muncul Bercak di Kulit 
Biasanya bercak berwarna ungu, atau jingga berbentuk datar atau menonjol.
  • 4. Mudah Lelah
Orang yang terinveksi Hiv biasanya akan mudah lelah, tanpa sebab yang jelas. Hal itu karena tubuh sedang diserang oleh penyakit.
  • 5. Flu Tidak Kunjung Sembuh 
Penyakit flue menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh seorang melemah. Apabila berlangsung cukup lama, mendandakan bahwa tubuh kita sangat rentan terhadap penyakit yang salah satunya karena inveksi HIV.

Penyebab HIV/AIDS
Salah satu alasan kenapa seorang terkena penyakit HIV karena cara penularannya.
  • 1. Hubungan Seksual 
Seorang penderita HIV yang tahu dirinya terinfeksi atau tidak akan menularkan virus melalui hubungan badan, baik oral, anal, heteroseksual, maupun homoseksual, apalagi bila tidak memakai kondom. Karena telah dilakukan penelitian bahwa air mani seorang yang terjangkit HIV mengandung virus tersebut.
  • 2. Jarum Suntik 
Seorang pengguna narkoba biasanya menggunakan satu jarum suntik untuk beberapa orang, jika salah satunya terinfeksi hiv maka akan menulari yang lain. Sekitar 85% pengguna narkoba suntik adalah pengguna HIV positive.
  • 3. ASI 
Virud Hiv juga terkandung dalam susu. Untuk itu, tidak dibolehkan seorang penderita mentusui bayinya.
Pengobatan HIV/AIDS
Seoarang yang terkena HIV harus meminum obat ARV seumur hidup, sebab obatnya belum ditemukan dan ARV hanya menekan pertumbuhan virus bukan membunuh.
Hal yang Tidak Menyebabkan Penularan HIV
  • 1. Jabat tangan 
  • 2. Minum/Makan dari peralatan yang sama, maksudnya gelas, piring, sendok, atau garpu. 
  • 3. Gigitan Nyamuk 
Bagaimana Kita Tahu Terkena HIV atau Tidak Selain Melalui Gejala
Untuk lebih pastinya apakah kita terkena HIV/AIDS, apalagi setelah dipikir pernah berhubungan seksual dengan pekerja seks, sebaiknya melakukan tes darah di puskesmas secara gratis, hanya bayar biaya pendaftaran. Bila memang baru satu bulan setelah melakukan hubungan badan biasanya virus tidak akan terdeteksi untuk itulah perlu melakukan tes lagi pada bulan ke enam untuk memastikan. Dari pengalaman seorang yang pernah tes darah. Pengunjung akan diambil sampel darah di lengan, lalu menunggu selama kurng lebih 5-10 menit untuk mengetahui hasilnya. Akan lebih baik mengatahui hasilnya daripada tidak tenang terus terpikirkan, dan bila memang positif akan lebih besar kemungkinan tertolong, dan bila negative maka perlu dijaga sebaik mungkin.

Baca Ya :
1. Cara Ampuh Mencegah HIV
2. Pengalaman Terkena HIV
Daftar Pustaka :
1. Mencegah Seks Bebas, Narkoba, dan HIV/AIDS, karya Rose Kusuma
2. Sehat dan Sukses dengan HIV/AIDS, karya DR dr Muchils Achsan Udji Sofro SpPD KPTI-FINASIM Stephanus Agung Sujatmoko, ST

Komentar

Trending

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Beruang Bagus Untuk Penderita Tbc (Pengalaman)

Penderita Tbc Boleh Minum Susu Sebelum atau Setelah Minum Obat? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu