2 Bulan Pengobatan TBC, Tes Dahak Negative

.
kementriankesehatan.com - Keberhasilan kesembuhan penyakit mematikan ini ditentukan oleh tes dahak, dan biasanya dilakukan pada bulan ke 2, 5, dan 6 pengobatan. Bulan Mei 2018, entah tanggal berapa saya lupa, tepat 2 bulan pengobatan TBC, dan beberapa minggu sebelumnya telah diberi wadah berupa toples kecil dengan tutup kuning.

Saat saya menyerahkan toples tersebut, petugas puskesmas menyarankan untuk ditaruh di atas meja ruang TB. Jadi saya letakan di sana.

Selama seminggu, tak menanyakan bagaimana hasilnya, karena hal-hal seperti ini mendebarkan, atau lebih tepatnya menakutkan. Tes dahak awal saya dinyatakan positif, dan ronsen juga positif. Itu membuat saya syok, dan bila saya tahu hasilnya negative tentu akan syok lagi. Namun ibu saya menyuruh saya untuk menanyakannya. Hanya saya jawab, iya. Tak lama kemudian ia tanya lagi, dan saya jawab seperti biasa, iya. Saya hanya membatin, paling hasilnya positive.

Daripada diresahkan dengan bagaimana hasilnya, saya pikir lebih baik fokus minum obat sampai 6 bulan tanpa kelupaan.

Namun tak lama kemudian, ibu saya datang lagi, karena tak ingin diganggu lagi nantinya, saya menanyakan hasilnya lewat pesan singat pada petugas yang menangani saya. Sempat saya jauhkan ponsel, dan saya ganti dengan mode getar karena tak ingin tahu kalau ada pesan masuk, atau kalau bisa tak usah dibalas.

Belum ada setengah jam, ibu saya kembali datang dan menanyakan tentang hasilnya, apakah sudah dibalas?
Saya terpaksa melihat ke ponsel, dan untung belum membalas.
Ketika ibu saya pergi, ternyata ada pesan masuk. Ternyata hasilnya negative, dan ia menambahkan; berarti pengobatannya berhasil.

Kalau dipikir-pikir saya memang merasa lebih sehat. Tentu mendengar kabar seprti itu, bahagia luar biasa, dan membuat saya lebih percaya diri, dan semakin semangat untuk sembuh, ingin bisa beraktivitas normal lagi. Dan saya bisa melihat bahwa ada rasa lebih aman di wajah keluarga. Mereka bahkan menceritakan pada orang yang tahu saya kena TBC, kalau hasilnya sudah negative. Bahkan mereka sudah tak segan-segan mendekat.
Sayapun bertanya-tanya apa yang membuat dahak saya negative di bulan kedua, karena beberapa orang dari komunitas tb menceritakan kalau dahaknya negative. Sayapun terkenang beberapa hal yang barangkali menajadi tanda-tanda dahak negative, yang mungkin sudah tidak asing lagi. Diantaranya yaitu:
"2 bulan pengobatan tbc"
source: pixabay
1. Berat badan naik
Seperti yang sudah saya jelaskan di artikel ini, bahwa berat badan saya naik 4 KG. Bagi seorang yang bisa dibilang jarang sekali mengecek berat badan, hal itu membuat saya gembira.
Kita tahu bahwa penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Dengan naiknya berat badan menandakan kalau kalori yang kita serap terbagi rata. Tidak seperti dahulu yang sebagian besar terserap untuk membentuk sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit tbc. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh kita mulai mengalami perbaikan, atau bakteri telah berkurang, atau mati. Semakin banyak bakteri yang mati, maka dahak kita yang dahulu banyak bakteri juga akan berkurang, dan bisa saja menjadi negative.

2. Batuk reda

Saya sempat batuk selama beberapa bulan, dan tak sembuh-sembuh. Bahkan sempat batuk darah. Menurut dokter tbc puskesmas yang menangani saya mengatakan kalau darah itu keluar akibat reaksi tubuh terhadap bakteri yang ada di dalam tubuh. Dengan darah keluar, katanya otomatis bakteri itu juga keluar.

Tetapi batuk juga pertanda bahwa ada yang tidak beres dengan paru-paru kita. Bila batuk kita sembuh berarti, bakteri yang menyerang paru-paru kita berkurang, atau tidur. Atau bisajadi paru-paru kita yang terluka mengalami perbaikan. Dengan demikan maka bakteri yang ada di dahak kita juga akan berkurang, dan bukan tidak mungkin akan menjadi negative.
Baca ya: Ciri Batuk Tbc
3. Dahak berkurang, dan berubah warna
Dulu ketika masih agak parah, bahkan sebelum saya cek, atau tahu kena tbc dahak berwarna kekuningan kadang kehijauhan. Saya yang awam menganggap hal itu wajar saja, dan bukankah orang lain juga mengalaminya. Namun setelah tahu bahwa dahak bisa digunakan untuk mengetes bakteri saya jadi terkenang akan tes pertama saya yang membawa dahak kehijauan, waktu itu hasilnya positif. Jangan-jangan warna dahak yang kekuningan atau kehijauan tersebut pertanda kalau adanya bakteri. Bila dibandingkan dengan tes kedua yang mebawa dahak keputihan, dan seperti yang telah disinggung sebelumnya hasilnya negative, sepertinya agak masuk akal. Jadi walaupun ini tidak pasti, bila kalian dalam 2 bulan atau 5 atau 6, atau intinya akan tes dahak, ingat-ingat warna dahaknya apa?

4. Nyeri dada
Dulu bisa dibilang hampir tiap hari saya merasakan nyeri dada, terutama di malam hari, tapi kadang pagi, atau sore. Sekarang sudah jarang, dan biasanya nyeri itu sebab tidur miring atau belum makan, mungkin karena paru-paru saya kegencet bukan tiba-tiba. Rasa nyeri dada pertanda bahwa bakteri sedang menyerang paru-paru, atau lukanya melebar. Dengan berkurangnya nyeri dada atau bahkan sembuh, menandakan kalau bakteri di paru-paru kita tidak seaktive atau sebanyak dulu, atau bisa jadi lukanya telah sembuh.

5. Berkeringat normal
Dulu setiap makan siang di tempat kerja, rekan-rekan sering bertanya, kenapa saya berkeringat padahal hanya makan? Yang aneh lagi, tidur rasanya tidak nyenyak, dan sering berkeringat, tempat tidur selalu basah kuyub padahal tidak mimpi buruk. Saya hanya minum teh juga berkeringat arau ngopi, atau bahkan cuma duduk-duduk berkeringat. Tak apa bila hanya sedikit, ini sampai basah kuyub. Jadi mungkin ya karena saya bukan dokter, berkeringat tanpa melalukan aktivitas berat, menandakan bahwa aliran darah kita tidak lancar. Dengan kita berkeringat normal itu menandakan kalau aliran darah kita telah lancar, dan kerja paru-paru kita berjalan normal.

6. Demam berkurang atau hilang
Demam tinggi merupakan pertanda bahwa suhu tubuh kita tidak normal, itu terjadi bisa saja karena metabolisme tubuh yang tidak normal. Dengan sembuhnya demam menandankan bahwa bakteri tbc yang mengganggu proses metabolisme tak seaktive dahulu, atu berkurang.
Biasanya demam terjadi di malam hari, awal bulan kadang mengamai ini, dan beberap minggu sebelum menyerahkan tes dahak demam sudah berkurang.

7. Tidak mudah lelah
Dulu, pada bulan pertama pengobatan bisa dibilang saya mudah sekali lelah, untuk lari-lari kecil sebentar saja sudah ngos-ngosan, atau untuk bolak-balik ke toilet cape, tapi sekarang sudah berkurang. Dengan demikian, fisik kita mengalami peningkatan ketahanan.

Demikian artikel 2 Bulan Pengobatan TBC, hasilnya negative. Gejala-gejala di atas hanya sebagai referensi namun tidak untuk dijadikan diagonosa medis atau semacamnya. Intinya gejala-gejala seorang mengalami tbc berkurang atau bahkan hilang.
Semoga bermanfaat. Semangat!

Komentar

Trending

Bolehkah Penderita TBC Makan Mie? (Pengalaman Pribadi)

Penderita Tbc Jangan Mandi Air Dingin Dulu

Cara Menaikan Berat Badan 4 Kg Bagi Penderita Tbc (Pengalaman Pribadi)

Susu Penderita Tbc Untuk Menaikan Berat Badan

Contoh Menu Makanan untuk Penderita Tbc Sampai Sembuh

Penderita TBC Boleh Minum Es? (Pengalaman Pribadi)

Pengertian Keperawatan Terbaru Menurut Para Ahli